Sabtu, 18 Mei, 2024

Ilustrasi nyamuk (Foto: Net)

DENPASAR, MENITINI.COM-Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng, Bali beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan sejak awal tahun 2024. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng menunjukkan, hingga April 2024, tercatat sebanyak 716 kasus DBD. Kasus ini meningkat tajam dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 426 kasus. 

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Sucipto, menghimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menerapkan tindakan 3M Plus secara rutin. Hal ini dilakukan guna menekan kasus DBD di Kabupaten Buleleng. 

“Kami tetap menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan rutin melakukan 3M Plus, yaitu menguras bak mandi minimal seminggu sekali, menutup tempat penampungan air, dan membersihkan genangan air,” ujar Sucipto.

BACA JUGA:  Pengaman Pantai Pebuahan, Jembrana Mulai Dikerjakan Bulan Ini

Sucipto menjelaskan bahwa 3M Plus merupakan langkah pencegahan DBD yang paling efektif. Genangan air menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor penyakit DBD.

Hingga saat ini, Sucipto menuturkan bahwa ada 15 wilayah dengan kasus DBD tertinggi di Buleleng. Diantaranya, Desa Gerokgak, Desa Patas, Desa Anturan, Desa Pejarakan, Desa Tukad Mungga, Desa Celukan Bawang, Desa Kalibukbuk, Desa Pemaron, Desa Panji, Desa Kerobokan, Desa Kayu Putih, Desa Loka Paksa, Desa Pengulon, Desa Kaliasem dan Kelurahan Banyuasri.

Upaya fogging juga terus dilakukan di seluruh desa di Buleleng. Namun Sucipto menjelaskan bahwa fogging hanya dilakukan sebagai opsi terakhir. Hal ini karena fogging memiliki efek samping zat kimia yang dapat terpapar pada hewan dan barang-barang rumah.

BACA JUGA:  Polri Usulkan Pemda Bali Berlakukan WFH Urai Kemacetan Saat WWF

Meski begitu, pihaknya juga melakukan fogging dengan mesin Ultra Low Volume (ULV). Tentunya hal ini dilakukan setelah melalui kajian dan penyelidikan epidemiologi (PE) kasus DBD.

“Kami juga melakukan upaya fogging ULV, di wilayah yang jumlah kasusnya tinggi dan berpotensi menyebabkan DBD. Jadi, di 15 desa tertinggi kita lakukan fogging ULV tentunya dengan PE, tidak serta merta ada kasus lalu dilakukan fogging,” ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan, lakukan 3M Plus secara rutin. Itulah kunci utama mencegah kasus DBD dan segera hubungi petugas kesehatan jika mengalami gejala DBD seperti demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri sendi. (M-007)

  • Editor: Daton
BACA JUGA:  Kasus DBD Mengalami Peningkatan, Masyarakat Diimbau Terapkan Pola Hidup Sehat