Volume Sampah Kiriman di Pantai Jerman Membengkak, Ratusan Ton Kayu Menutup Garis Pantai

Sampah kiriman di Pantai Jerman
Sampah kiriman di Pantai Jerman. (Foto: Istimewa)

Untuk mengantisipasi dampak lanjutan, DLHK Badung menerjunkan dua unit loader sejak dini hari guna mempercepat evakuasi sampah. Langkah ini diambil agar aktivitas pariwisata tidak lumpuh total, mengingat Pantai Jerman merupakan salah satu wajah awal pariwisata Bali.

Fenomena sampah kiriman ini diduga kuat dipicu oleh kombinasi angin barat dan arus laut yang membawa material limbah dari daerah aliran sungai menuju pesisir selatan Bali. Selain Pantai Jerman, Pantai Kuta juga mencatat volume tinggi dengan pengangkutan harian mencapai 25 truk sampah, sementara wilayah Legian dan Seminyak mengalami dampak yang relatif lebih ringan.

BACA JUGA:  Pencabutan Aturan Emisi PLTU Batu Bara di AS Picu Kekhawatiran Lonjakan Polusi

Kondisi ini menegaskan persoalan serius pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Material kayu dalam jumlah ratusan ton menunjukkan bahwa persoalan bukan hanya sampah plastik, tetapi juga limbah organik besar yang terlepas dari ekosistem darat akibat aktivitas manusia dan cuaca ekstrem.

Sebagai langkah darurat, seluruh sampah kiriman dari Pantai Jerman langsung dialihkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Pusat Daur Ulang (PDU) Mengwitani dinilai tidak mampu menampung dan mencacah material kayu dalam volume sebesar itu dalam waktu singkat.

BACA JUGA:  Sanur Ditetapkan Sebagai Kawasan Rendah Emisi, Langkah Nyata Denpasar Jaga Kualitas Lingkungan

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat dan pelaku pariwisata untuk memahami kondisi darurat lingkungan yang tengah berlangsung. Dengan potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut, tim reaksi cepat tetap disiagakan di sejumlah titik rawan agar tumpukan sampah kiriman tidak berlarut-larut mencemari pesisir Bali.*

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top