DENPASAR,MENITINI.COM – Permasalahan sampah di Bali kembali menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan, meminta agar proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy di Pulau Dewata segera diumumkan dan mulai berjalan dalam waktu dekat.
Menurut Luhut, proses pembangunan infrastruktur pengolahan sampah tersebut ditargetkan mulai efektif paling lambat April 2026, dengan masa pengerjaan sekitar 18 bulan.
“Sampah minggu depan sudah akan diumumkan. Kita harap 18 bulan sejak April 2026, Bali sudah mulai proses waste to energy berjalan,” ujarnya usai menghadiri Rapat Koordinasi Perluasan Piloting Digitalisasi Bansos Berbasis DPI Wilayah VII, Kamis (26/2/2026).
Luhut menegaskan, persoalan sampah tidak bisa lagi ditunda mengingat Bali merupakan etalase pariwisata Indonesia. Ia menyebut hasil studi World Bank menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur terpadu, termasuk sistem pengelolaan sampah modern.
Studi tersebut sebelumnya dilakukan untuk melihat daya saing dan keberlanjutan destinasi unggulan seperti Bali, Labuan Bajo, dan Mandalika. Dari kajian itu, pengelolaan lingkungan, khususnya sampah, menjadi salah satu rekomendasi utama.
Masalah sampah dinilai berdampak langsung pada citra pariwisata, kesehatan lingkungan, hingga kenyamanan wisatawan. Tanpa sistem pengolahan terpadu, beban tempat pemrosesan akhir (TPA) akan semakin berat dan berpotensi menimbulkan krisis lingkungan baru.*
- Editor: Daton









