Karhutla Mengganas di Maluku Tengah, Ratusan Hektare Hutan Terbakar, Kebun Warga Ikut Jadi Arang

Ilustrasi Kebakaran Hutan.
Ilustrasi Kebakaran Hutan.
AMBON, MENITINI.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, kian mengkhawatirkan. Api terus merambat di sejumlah wilayah dan mulai melahap perkebunan warga.
Bukan hanya kawasan hutan yang terbakar. Tanaman umur panjang milik masyarakat seperti cengkih, pala, cokelat hingga kelapa ikut menjadi korban ganasnya kobaran api.
Karhutla dilaporkan masih terjadi di sejumlah titik yang tersebar di Kecamatan Seram Utara, Seram Utara Barat, Seram Utara Timur Kobi, dan Seram Utara Timur Seti.
Kemarau panjang yang membuat vegetasi mengering diduga menjadi salah satu faktor yang mempercepat meluasnya kebakaran. Ratusan hektare lahan hutan dan perkebunan warga disebut telah terdampak.
“Kebakaran di sini masih terus terjadi dan saat ini semakin meluas. Banyak tanaman warga seperti cengkih, pala, cokelat dan kelapa hangus terbakar,” kata seorangwargasetempat kepada wartawan, Sabtu (29/8/2026).
Padamkan Api dengan Ranting Kayu
Di tengah kepungan api, warga terpaksa melakukan pemadaman secara manual. Peralatan yang digunakan sangat terbatas, bahkan hanya mengandalkan ranting kayu untuk menghadang kobaran api.
Upaya tersebut tidak mudah. Medan yang sulit dijangkau serta minimnya sumber air membuat warga kesulitan mengendalikan kebakaran.
“Jadi pemadaman api dilakukan secara manual saja. Peralatan juga tidak bisa masuk karena akses yang sulit, belum lagi masalah sumber air,”  sebutnya.
Delapan Titik Kebakaran dan lebih dari 100 Hektare Lahan Terbakar.
Di Kecamatan Seram Utara, kebakaran dilaporkan terjadi di sejumlah desa, di antaranya Saleman, Masiulan, dan Pasahari.
Api tidak hanya membakar kawasan hutan, tetapi juga merembet ke perkebunan masyarakat.
Tanaman produktif yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga ikut hangus.
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Seram Utara Barat.
Camat Seram Utara Barat Yusuf Makka mengatakan, kebakaran di wilayahnya terus meluas. Sedikitnya terdapat delapan titik kebakaran yang telah teridentifikasi.
“Ada sekitar delapan titik kebakaran dan yang sudah kita jangkau itu yang dekat. Ada lebih dari 100 hektare lahan yang terbakar termasuk tanaman warga,” kata Yusuf.
Menurutnya, pihaknya telah meninjau sejumlah lokasi yang masih dapat dijangkau. Namun, beberapa titik lainnya belum bisa didatangi karena kondisi medan dan akses menuju lokasi sangat sulit.
Situasi ini membuat penanganan karhutla menjadi semakin berat. Api yang belum sepenuhnya terkendali berpotensi terus menjalar, terutama jika kondisi kering dan angin masih berlangsung.
Api Merembet hingga Leihitu
Kebakaran juga dilaporkan terjadi di wilayah lain. Tanaman milik warga di Desa Asilulu, Kecamatan Leihitu, turut terdampak kobaran api.
Meluasnya titik kebakaran menjadi perhatian karena hingga kini sejumlah lokasi masih sulit dijangkau untuk dilakukan penanganan secara maksimal.
BPBD Belum Bisa Pastikan Luas Total
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Tengah Novi Anakotta membenarkan bahwa kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut semakin meluas.
Namun, BPBD belum dapat memastikan total luas lahan yang terbakar.
Pasalnya, kebakaran masih berlangsung di sejumlah titik dan proses pendataan belum dapat dilakukan secara menyeluruh.
Kondisi di lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dan masyarakat. Selain luasnya wilayah terdampak, medan yang sulit serta keterbatasan sumber air membuat upaya pemadaman harus dilakukan dengan ekstra keras.
Jika kebakaran terus meluas, ancamannya bukan hanya terhadap kawasan hutan, tetapi juga terhadap perkebunan dan sumber penghidupan masyarakat yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
(M-009).
BACA JUGA:  Nyaris Seharian Terombang-ambing di Laut, 49 Penumpang KM Hendra Jaya Akhirnya Diselamatkan Tim SAR
Scroll to Top