logo-menitini

Ini 10 Koperasi Terbaik dengan Predikat Sehat di Kabupaten Badung

koperasi
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan Sertifikat Kesehatan Koperasi di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (26/11/2024). (Foto: Istimewa)

BADUNG, MENITINI.COM – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung menyerahkan Sertifikat Kesehatan Koperasi.

Penyerahan itu dilakukan dalam kegiatan Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam atau Unit Simpan Pinjam Koperasi yang wilayah keanggotaan dalam satu Kabupaten/Kota tahun 2024, di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung  beberapa hari lalu.

Penyerahan dilakukan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan I Made Widiana.

Kegiatan penyerahan sertifikat ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan terhadap koperasi yang telah memenuhi syarat dan kriteria yang ditetapkan.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada 10 koperasi yang sudah mendapatkan sertifikat sehat.

Lanjutnya, penyerahan sertifikasi ini, menjadi titik awal bagi pemerintah dan seluruh koperasi di Kabupaten Badung berkolaborasi lebih erat, saling mendukung, dan berbagi pengalaman.

BACA JUGA:  KUR Pertanian Rp300 Triliun Disiapkan, Pemerintah Perkuat Mesin Ekonomi Pangan Nasional

“Pencapaian ini bukan hanya sekadar simbol, tetapi merupakan bukti nyata dari kerja keras, disiplin, dan komitmen semua pihak dalam menjalankan prinsip-prinsip Koperasi yang sehat. Saya percaya, dengan adanya sertifikat ini,” ujarnya.

Ini 10 Koperasi dengan Predikat Sehat yakni : Koperasi Simpan Pinjam Rama, Koperasi Sari Sedana Artha, Koperasi Lumbung Sari Sedana, Koperasi Simpan Pinjam Santi Sedana, Koperasi Pegawai Negeri Politeknik Bali, Koperasi Giri Kusuma Sari, Koperasi Konsumen Karya Prima Nusantara Universitas Udayana dan Koperasi Simpan Pinjam Ganesh Bali. Sementara Predikat Cukup Sehat yakni: Koperasi Lingga Artha, Koperasi Amerta Ayu.

BACA JUGA:  Rekayasa Lalu Lintas Kerobokan Kelod Mulai Kurangi Kemacetan, Pemkab Badung Lanjutkan Evaluasi

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung I Made Widiana menjelaskan tujuan yang diselenggarakannya acara penyerahan sertifikat kesehatan koperasi ini adalah sebagai bentuk transparansi pelaksanaan kegiatan penilaian kesehatan koperasi serta mengukur kinerja pengelolaan koperasi.


“Empat aspek penilaian, yaitu aspek tata kelola, aspek profil risiko, aspek kinerja keuangan, serta aspek permodalan. Yang paling tinggi bobot penilaiannya adalah aspek kinerja keuangan, dan aspek tata kelola,” sebutnya

Dari 160 koperasi yang dinilai kesehatannya, yang paling tinggi bobot penilaiannya adalah aspek tata kelola dari 160 Koperasi yang dinilai kesehatannya, tentu hal ini harus didukung dengan penyelenggaraan dan sumber daya manusia yang lebih baik. M-003

Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>