Hari Kanker Sedunia 2022 – Menjembatani Kesenjangan Perawatan Kanker

Hari Kanker Sedunia 2022
  • Diskriminasi usia

Berapapun usia Anda seharusnya tidak menentukan kualitas perawatan kanker yang Anda terima. Kanker dapat berkembang pada usia berapa pun, tetapi risiko terjadinya meningkat secara dramatis seiring bertambahnya usia terutama >65 tahun. Gejala kanker dini dapat disalahartikan sebagai nyeri sehari-hari atau penyakit ringan yang berhubungan dengan usia tua. Hal ini diperburuk oleh kurangnya program dan layanan yang dirancang untuk menanggapi kebutuhan orang dewasa yang lebih tua. Hambatan ekstra jika populasi dewasa tua tinggal dalam komunitas yang menganggap orang tua akan meninggal dengan sendirinya dan kanker dianggap sebagai penghantar proses penuaan dan kematian seseorang.

  • Pengungsian dan penggusuran
BACA JUGA:  Hampir 10 Persen Anak Indonesia Alami Gejala Gangguan Mental, Kemenkes Perluas Skrining Kesehatan

Negara yang menghadapi ketidakstabilan politik, keuangan dan sosial – dari perang, pergolakan sosial atau bencana alam – organisasi kanker harus menghadapi kekurangan sumber daya bahkan gangguan total dalam layanan kesehatan dasar. Pasien kanker yang menghadapi penggusuran atau pengungsian memiliki tambahan beban berupa trauma emosional atau fisik, sumber daya keuangan yang terbatas dan hambatan bahasa atau budaya yang secara dramatis dapat berdampak pada akses perawatan kanker yang efektif.

BACA JUGA:  Kemenkes dan WHO Teken Grant Agreement 2026–2027, Perkuat Ketahanan Sistem Kesehatan Nasional
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top