BANGLI,MENITINI.COM – Pemerintah Kabupaten Bangli terus memperkuat upaya pengelolaan sampah untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Bangli di Desa Landih, Kecamatan Bangli. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pemanfaatan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah organik yang masih ditemukan masuk ke TPA.
Teknologi pirolisis merupakan metode pengolahan sampah melalui proses pemanasan pada suhu tinggi dalam kondisi minim atau tanpa oksigen. Teknologi ini memungkinkan material organik diubah menjadi produk yang memiliki nilai guna, termasuk bahan bakar.
Kepada media, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangli, I Putu Ganda Wijaya, mengatakan pihaknya saat ini masih menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga untuk menerapkan teknologi tersebut.
“Masih penjajakan dan perumusan rencana karena masih memikirkan bagaimana pembangunannya nanti,” ujar Ganda dikutip dari Koran Fajar Bali, Rabu (26/8/2026).
Menurut Ganda, penerapan teknologi pirolisis menjadi salah satu alternatif untuk menangani sampah organik yang belum sepenuhnya dikelola dari sumber. Kebijakan pembatasan sampah yang masuk ke TPA telah diberlakukan sejak 11 Mei 2026. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan masyarakat maupun pelaku usaha yang membawa sampah campuran ke TPA.
DLH Bangli sebelumnya telah mendorong masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah secara mandiri dari sumber. Sampah organik, misalnya, dapat diolah menggunakan komposter maupun teba modern, sedangkan sampah anorganik dapat dipilah untuk dimanfaatkan kembali atau disalurkan melalui sistem pengelolaan yang tersedia.
Meski masih menghadapi tantangan, kebijakan pemilahan sampah mulai memberikan dampak terhadap volume sampah yang masuk ke TPA. Ganda menyebutkan, volume sampah yang sebelumnya mencapai sekitar 114 ton pada 2025 kini telah turun menjadi sekitar 65 ton.
“Artinya, dari edaran itu sebagian masyarakat sudah memanfaatkan sampah organik dan anorganiknya di masing-masing sumbernya, tapi masih ada yang membawa ke luar,” jelasnya. (M-011)
- Editor: Daton

