DENPASAR,MENITINI.COM – Pemerintah Kota Denpasar menyiapkan sejumlah langkah transisi untuk mengatasi persoalan sampah sembari menunggu beroperasinya proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang ditargetkan berjalan penuh pada awal 2027.
Saat ini, volume sampah di Denpasar mencapai sekitar 1.040 ton per hari, sementara kapasitas pengolahan yang tersedia baru mampu menangani sekitar 800 ton per hari. Kondisi ini membuat Pemkot Denpasar harus mengandalkan solusi sementara agar tidak terjadi penumpukan sampah.
Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan, sambil menunggu PSEL rampung, Pemkot mengoptimalkan tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang didukung mesin tambahan dengan kapasitas total sekitar 500 ton per hari. Namun, secara keseluruhan kemampuan olah masih belum sebanding dengan produksi sampah harian.
Untuk menutup kekurangan tersebut, Pemkot Denpasar menyiapkan pengadaan mesin gasifikasi berkapasitas 300 ton per hari, serta mesin energi baru terbarukan (EBT) dan hybrid yang akan ditempatkan di beberapa titik strategis. Mesin EBT direncanakan berada di tiga lokasi, sementara mesin hybrid disebar di 10 titik.









