Penyerahan Mesin Pencacah Sampah untuk TPST 3R Seminyak

Wakil Ketua DPRD Badung bersama anggota, saat menyaksikan serah terima mesin pencacah sampah 'Monster Sampah' dari PT PP ke pengelola TPST-3R Seminyak.
Wakil Ketua DPRD Badung bersama anggota, saat menyaksikan serah terima mesin pencacah sampah 'Monster Sampah' dari PT PP ke pengelola TPST-3R Seminyak. (foto: M-003)

BADUNG, MENIT INI – Wakil Ketua I DPRD Badung, I Wayan Suyasa bersama para Anggota DPRD Badung Dapil Kuta, I Gusti Anom Gumanti, I Gusti Ngurah Sudiarsa dan Ni Luh Gede Sri Mediastuti menghadiri penyerahan mesin pencacah sampah ‘Monster Sampah’, di TPST-3R Seminyak, Jalan Beji Ayu, Nomor 10, Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, Badung pada Jumat (12/8) sore.

Mesin pencacah sampah produksi PT PP itu ke depan diharapkan pengadaanya untuk setiap desa yang ada di Kabupaten Badung sehingga permasalahan sampah diatasi dari sumber.

Wakil Ketua I DPRD Badung, I Wayan Suyasa mengaku berterima kasih dan mengapresiasi bantuan mesin pencacah sampah yang diberikan Kementerian BUMN melalui PT PP ke TPST-3R Seminyak. Keberadaan mesin tersebut dapat menjadi solusi terbaik dalam menangani sampah wilayah Badung, karena pengelolaannya dapat dilakukan langsung dari sumber.

BACA JUGA:  Bejat! Kakek Cabuli Bocah 7 Tahun, Dibekuk di Rumahnya di Tukad Badung

“Bagaimanapun, ini merupakan solusi terbaik. Negara dan daerah tentu fokus menangani sampah. Nah, dengan adanya alat pencacah sampah di TPST-3R Seminyak ini, merupakan gebrakan yang positif dan perlu diperhatikan ke depannya,”, katanya didampingi anggota DPRD Badung lainnya.

Dia mengatakan mesin pencacah sampah itu merupakan mesin pertama buatan anak bangsa. Dimana proses pembuatannya sudah melalui riset berbagai pihak, termasuk dari BUMN. Alat tersebut diketahui memiliki hasil yang sangat optimal dalam mencacah sampah sampai selesai, alias tuntas hingga.

Dengan adanya bantuan CSR kepada TPST-3R Seminyak, hal itu menjadi contoh dan diharapkan bisa berlanjut. “Alat ini adalah solusi yang terbaik, daerah menyediakan berbagai hal dalam mengatasi sampah, termasuk mesin ini. Kita mendukung penuh karena mesin ini dibuat oleh warga sendiri,” tegasnya lagi.

BACA JUGA:  Pencemaran Sungai Cileungsi, Pemerintah Didesak Lakukan Investasi

Keberadaan mesin pencacah menjadi contoh yang pertama di Pulau Dewata, bahkan di Indonesia. Untuk itu, dia mendorong agar setiap Desa yang ada di Badung bisa mendapatkan mesin tersebut.

Dorongan itu sejalan dengan keberadaan TPA Suwung nantinya mulai ditutup Oktober mendatang. Sehingga, dengan adanya alat pencacah sampah ini menjadi solusi mengatasi persoalan itu. Apalagi, mesin pencacah itu bisa mengolah semua jenis sampah, bahkan hasilnya bisa menjadi uang dan dimanfaatkan oleh UMKM.

“Sampah yang dulunya dinilai kurang bagus, terus dibuang ke TPA. Nah, dengan alat ini, sampah dibikin dan dibuat berharga. Apalagi, hasilnya akan dimanfaatkan untuk pembuatan barang seni, barang yang bisa meningkatkan UMKM yang ada dan sesuai kemampuan masyarakat, khususnya di Badung,” paparnya.

BACA JUGA:  Tugas WALHI untuk Omong, Koster: Tugas Saya Membangun Infrastruktur untuk Kesejahteraan Rakyat Bali

Sementara Sekretaris Perusahaan PT PP, Bakhtyar Efendi mengatakan mesin pencacah sampah yang diserahkan ke TPST-3R Seminyak itu berjumlah dua unit, yang memiliki fungsi berbeda. Mesin pertama merupakan mesin pemilah sampah organik dan non-organik. Sedangkan mesin kedua merupakan mesin pengolah Sampah multilayer seperti plastik, masker, styrofoam dan sampah jenis lain.

Pada mesin kedua, semua sampah itu diolah menjadi karya seni dan dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk pembuatan patung, lukisan dan lainnya. “Mesin yang diberikan ini merupakan satu-satunya mesin pencacah sampah tanpa residu. Jadi, semuanya diolah menjadi barang berharga.,” ucapnya. M-003