logo-menitini

Pemprov Bali Dorong Pendidikan Aksara Bali, Pelajar Diminta Kuasai Keyboard Digital

Gubernur Bali Wayan Koster membuka secara resmi Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar, Minggu (1/2/2026).
Gubernur Bali Wayan Koster membuka secara resmi Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar, Minggu (1/2/2026). (Foto: Istimewa)

DENPASAR,MENITINI.COM – Pemerintah Provinsi Bali menegaskan pentingnya penggunaan aksara Bali tidak hanya di ruang publik dan dunia usaha, tetapi juga melalui jalur pendidikan. Upaya ini dinilai strategis untuk memastikan aksara warisan leluhur tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan teknologi.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan, pelestarian aksara Bali harus dimulai sejak dini melalui sistem pendidikan formal. Salah satu langkah yang didorong adalah penguatan pembelajaran aksara Bali berbasis digital, termasuk pemanfaatan keyboard aksara Bali di lingkungan sekolah.

BACA JUGA:  Bupati Badung Rancang Beasiswa SMA dan S1 untuk Anak Petani dan Nelayan

“Pelajar harus mulai dibiasakan menggunakan aksara Bali, termasuk lewat keyboard digital. Ini penting agar teknologi tidak mematikan budaya, tapi justru berjalan berdampingan,” ujar Koster saat pembukaan Bulan Bahasa Bali 2026 di Denpasar, Minggu (1/2).

Ia meminta agar penggunaan keyboard aksara Bali diintensifkan hingga ke jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Menurutnya, pendekatan ini menjadi jembatan antara kemajuan teknologi dan upaya pelestarian budaya lokal.

Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>