DENPASAR,MENITINI.COM – Pemerintah Provinsi Bali menegaskan pentingnya penggunaan aksara Bali tidak hanya di ruang publik dan dunia usaha, tetapi juga melalui jalur pendidikan. Upaya ini dinilai strategis untuk memastikan aksara warisan leluhur tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan teknologi.
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan, pelestarian aksara Bali harus dimulai sejak dini melalui sistem pendidikan formal. Salah satu langkah yang didorong adalah penguatan pembelajaran aksara Bali berbasis digital, termasuk pemanfaatan keyboard aksara Bali di lingkungan sekolah.
“Pelajar harus mulai dibiasakan menggunakan aksara Bali, termasuk lewat keyboard digital. Ini penting agar teknologi tidak mematikan budaya, tapi justru berjalan berdampingan,” ujar Koster saat pembukaan Bulan Bahasa Bali 2026 di Denpasar, Minggu (1/2).
Ia meminta agar penggunaan keyboard aksara Bali diintensifkan hingga ke jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Menurutnya, pendekatan ini menjadi jembatan antara kemajuan teknologi dan upaya pelestarian budaya lokal.









