AMBON, MENITINI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon meminta bantuan Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI untuk membangun rumah bagi eks Pengungsi 1999 di tiga wilayah di Kota Ambon.
Ada Sebanyak 471 unit rumah untuk eks pengungsi konflik tahun 1999 di Maluku masih menunggu realisasi pembangunan.
Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si mengatakan, pemkot tengah berupaya agar usulan pembangunan rumah khusus pemerintah (Rusus) terealisasi setelah 25 tahun menunggu.
“Kami terus berusaha untuk mendapatkan program Rumah Khusus Pemerintah bagi warga bekas pengungsi Silo, Kayeli dan Air Manis. Mereka korban konflik 1999. Pemkot sudah menyiapkan lahan, dokumen perencanaan dan seluruh persyaratan. Diharapkan ada dukungan pemerintah, khusus Kementerian PKP agar menyelesaikan persoalan ini,” kata Bodewin kepada wartawan, Senin (9/3/2026).
Rusus merupakan hunian yang dibangun pemerintah melalui APBN untuk kebutuhan khusus. Seperti masyarakat terdampak bencana, konflik, penghuni kawasan pesisir, perbatasan dan tenaga kesehatan/pendidikan.
Untuk bekas pengungsi Silo, Kayeli dan Air Manis, Pemkot telah menyiapkan lokasinya.
Untuk pengungsi Silo dan Kayeli lokasi pembangunannya ada di Desa Airlow, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.
Sedangkan pengungsi Air Manis lokasinya ada di Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.
Dikatakan, pengungsi Kayeli berasal dari Kabupaten Buru yang direlokasi ke Kota Ambon.
Pemerintah Kota Ambon telah berupaya selama 25 tahun memperjuangkan pembangunan rumah bagi para eks pengungsi konflik tersebut.
“Perencanaan dan tanah sudah siap, kami mohon dukungan pusat agar saudara-saudara kita tidak lagi tinggal di barak pengungsian,” ujarnya. (M-009)
- Editor: Daton









