DENPASAR,MENITINI.COM – Menjelang bulan suci Ramadhan dan rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Pemerintah Kota Denpasar memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis sumber dengan menggandeng rumah ibadah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Pengelolaan dan Pengolahan Sampah Berbasis Sumber bertajuk “Pengelolaan Sampah Ramadhan Berkah Tanpa Sampah” yang dibuka Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, di Musholla Al-Hikmah Joglo, Padangsambian Klod, Denpasar Barat, Minggu (8/2) pagi.
Workshop ini diikuti perwakilan masjid dan musholla se-Kota Denpasar, serta dihadiri unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Denpasar, Dewan Masjid Indonesia (DMI), PC NU Kota Denpasar, dan organisasi keagamaan Islam lainnya.
Arya Wibawa menegaskan, pengelolaan sampah kini menjadi isu mendesak yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama. Momentum Ramadhan dinilai strategis untuk menyampaikan edukasi perubahan perilaku masyarakat melalui pendekatan keagamaan.
“Ini kesempatan bagi pemerintah untuk menjelaskan secara terbuka persoalan sampah di Denpasar. Mengubah kebiasaan masyarakat jauh lebih kompleks dibanding sekadar gotong royong, sehingga harus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.









