Presiden Prabowo Dialog Terbuka dengan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa di Istana Merdeka

Presiden Prabowo Subianto menerima tokoh Gerakan Nurani Bangsa di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 11 September 2025. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr
Presiden Prabowo Subianto menerima tokoh Gerakan Nurani Bangsa di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 11 September 2025. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

JAKARTA,MENITINI.COM- Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/9/2025). Pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam itu diwarnai suasana akrab dan penuh keterbukaan, membahas isu kebangsaan mulai dari politik, ekonomi, hingga penegakan hukum.

Menteri Agama Nasaruddin Umar yang turut hadir menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menjawab secara terbuka berbagai pertanyaan dari tokoh GNB.
“Hampir tiga jam dialog yang sangat terbuka, sangat penuh keakraban antara tokoh lintas agama, tokoh bangsa bersama dengan Bapak Presiden. Dengan begitu terbuka, Bapak Presiden memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan dari tokoh Nurani Bangsa ini,” ujarnya usai pertemuan.

BACA JUGA:  RAPBN 2027 Disepakati DPR, Pendapatan Negara Ditargetkan Rp3.400 Triliun

Tokoh senior Quraish Shihab menilai dialog tersebut memberi pencerahan sekaligus memperkuat optimisme terhadap masa depan bangsa. Menurutnya, penjelasan yang disampaikan Presiden Prabowo sangat mendalam dan menunjukkan komitmen pemerintah menindaklanjuti aspirasi rakyat.

“Saya kira yang jelas kami mendapat banyak informasi, penjelasan yang sangat memuaskan dari Bapak Presiden. Apa yang kami sampaikan dalam hari-hari yang lalu itu dipahami oleh Bapak Presiden dan diterima dengan baik sehingga dialog kita hari ini, malam ini sungguh sangat bermanfaat untuk kemajuan bangsa dan negara kita,” tuturnya.

BACA JUGA:  MagangHub Batch 2 Dimulai Hari Senin Ini

Hal serupa disampaikan mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Ia menyebut Presiden Prabowo tidak hanya mendengar, tetapi juga merespons secara detail aspirasi yang diajukan. Salah satunya terkait pembentukan Komisi Investigasi Independen mengenai Prahara Agustus.
“Presiden menyetujui pembentukan itu dan detailnya tentu nanti pihak istana akan menyampaikan bagaimana formatnya,” jelas Lukman.

Halaman 1 dari 2
Scroll to Top