DENPASAR,MENITINI.COM – Masalah pengelolaan sampah yang belum tertangani secara optimal kembali menjadi sorotan di Bali. Isu lingkungan ini mengemuka dalam rapat terpadu Laskar Prabowo 08 Provinsi Bali yang berlangsung di Denpasar, Jumat (23/1/2026).
Persoalan sampah dinilai tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu keberlanjutan pariwisata Bali.
Rapat yang dipimpin Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Laskar Prabowo 08 Provinsi Bali, I Nengah Tamba, dihadiri para kandidat ketua pengurus kabupaten dan kota se-Bali. Selain isu lingkungan, forum tersebut turut membahas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta kondisi sektor pariwisata di Pulau Dewata.
I Nengah Tamba mengatakan, memasuki awal tahun 2026, Laskar Prabowo 08 melakukan konsolidasi organisasi sekaligus menyusun langkah strategis untuk mengawal implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dari hasil diskusi, sejumlah persoalan krusial Bali mengerucut pada tiga isu utama, yakni sampah, ketahanan gizi melalui MBG, dan pariwisata berkelanjutan.
Menurut Tamba, berbagai masukan yang disampaikan peserta rapat akan dirangkum sebagai dasar perumusan solusi konkret. Laskar Prabowo 08 berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Bali, khususnya melalui gagasan strategis yang sejalan dengan kebijakan nasional dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Terkait persoalan sampah, Tamba menilai pembahasan selama ini masih didominasi wacana tanpa langkah nyata yang terintegrasi, termasuk kejelasan pihak yang bertanggung jawab dalam penanganannya. Karena itu, Laskar Prabowo 08 berupaya mengambil peran sebagai penghubung antara pemerintah daerah di Bali dan pemerintah pusat. Sebuah tim khusus dibentuk untuk merumuskan solusi cepat yang nantinya akan disampaikan kepada Danantara serta Ketua Dewan Pembina Laskar Prabowo 08, Hasyim Djojohadikusumo.
Salah satu solusi yang mengemuka adalah pengolahan sampah menjadi energi listrik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Dalam pemaparan teknis, diusulkan penggunaan teknologi pengolahan sampah dengan nilai investasi sekitar Rp4 triliun, yang mampu mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari menjadi energi listrik. Skema ini melibatkan rencana investasi dari BUMN asal Tiongkok yang dinilai memiliki pengalaman dalam pengelolaan sampah berteknologi rendah emisi.
Selain isu lingkungan, rapat juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Tamba mengungkapkan, masih terdapat wilayah di Bali yang tergolong daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Untuk itu, pihaknya akan menjalin komunikasi dengan Badan Gizi Nasional guna memastikan pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak di wilayah tersebut.
Komitmen serupa disampaikan kandidat Ketua Pengurus Laskar Prabowo 08 Kabupaten Bangli, I Made Gianyar. Ia menyatakan kesiapan mengawal program-program Presiden Prabowo di tingkat daerah, termasuk mendukung pelaksanaan MBG di Kabupaten Bangli.
Melalui konsolidasi ini, Laskar Prabowo 08 Bali berharap dapat berkontribusi aktif dalam menjawab persoalan lingkungan dan pembangunan daerah, sekaligus memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah demi mewujudkan Bali yang berkelanjutan.









