Program beasiswa tersebut menyasar anak petani, keluarga berpenghasilan di bawah Rp5 juta per bulan, termasuk buruh, pemangku, dan pelaku UMKM, dengan pembiayaan penuh hingga wisuda selama empat tahun.
“Seluruh program ini merupakan komitmen tititang selaku kepala daerah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Badung,” tegasnya.
Sementara itu, Bendesa Adat Angantaka Ida Bagus Ngurah selaku manggala karya menjelaskan bahwa pembangunan lapangan dan taman desa melalui proses panjang, termasuk mekanisme penataan dan penukaran lahan dengan pemerintah provinsi yang sempat terkendala regulasi.
Melalui dukungan Pemkab Badung, pembangunan akhirnya dapat direalisasikan. Dari APBDes, dialokasikan anggaran Rp880 juta untuk penataan lapangan, pembangunan Pelinggih Padmasari, prasasti, penerangan, serta fasilitas pendukung lainnya.
Selain itu, Desa Adat Angantaka juga menerima hibah sebesar Rp11,062 miliar untuk pembelian lahan yang direalisasikan langsung oleh Bupati Badung. Pajak pembelian lahan turut ditanggung Pemkab Badung sehingga tidak membebani desa adat.
Ke depan, direncanakan pengembangan lanjutan berupa perluasan jogging track, penambahan taman peneduh, serta pembangunan fasilitas olahraga dan seni seperti voli dan kegiatan budaya. Program tersebut ditargetkan terealisasi pada 2027–2028 melalui pengajuan hibah berikutnya.
Peresmian ini turut dihadiri anggota DPRD Badung I Gede Budi Yoga, Camat Abiansemal IB. Putu Mas Arimbawa beserta unsur Tripika Kecamatan Abiansemal, Perbekel Angantaka A.A. Ngurah Gede Eka Surya, serta tokoh masyarakat setempat. (M-011)
- Editor: Daton









