logo-menitini

BNN Soroti Bahaya Gas Tertawa, Masyarakat Diminta Aktif Cegah Penyalahgunaan N2O

Ilustrasi gas tertawa
Ilustrasi gas tertawa. (thinkstock)

Menurut Suyudi, penyalahgunaan jangka panjang berpotensi menimbulkan kerusakan saraf permanen dan meningkatkan risiko kematian. Karena itu, ia menilai edukasi sejak dini menjadi kunci penting untuk mencegah penyalahgunaan zat tersebut, terutama di kalangan remaja.

BNN juga menekankan peran orang tua dalam mengawasi lingkungan pergaulan anak serta mengenali ciri-ciri penyalahgunaan, termasuk keberadaan cartridge, tabung kecil, atau balon bekas inhalasi gas.

BACA JUGA:  Sindikat Love Scam WNA Terbongkar di Tangerang, Hati-hati Bahaya Rayuan di Media Sosial

Selain pencegahan, masyarakat diminta tidak ragu melaporkan praktik peredaran maupun penggunaan N2O untuk disalahgunakan melalui layanan BNN di nomor 184 atau kepada aparat kepolisian terdekat.

“Jika ada anggota keluarga yang terlibat, segera hubungi layanan konseling dan rehabilitasi BNN. Layanan ini bersifat rahasia dan gratis,” ujar Suyudi.

BNN menegaskan komitmennya untuk terus melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan zat adiktif, baik narkotika, New Psychoactive Substances (NPS), maupun zat lain yang berbahaya jika disalahgunakan. Upaya pencegahan, penegakan hukum, dan rehabilitasi akan terus diperkuat guna mewujudkan Indonesia Bersinar atau Bersih dari Narkoba.*

  • Editor: Daton
BACA JUGA:  Rakernas Kejaksaan 2026, Jaksa Agung Tekankan Reformasi Penegakan Hukum dan Integritas Aparatur

Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>