Bali Waste Cycle Dukung Upaya Wujudkan Laut Lestari melalui Pengelolaan Sampah

Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Kolaborasi Penanganan Sampah dan Polusi Plastik untuk Mewujudkan Laut Lestari” di United in Diversity (UID) Campus, Kura Kura Bali. (Foto : BWC)

Di sisi lain, penguatan ekonomi sirkular juga membutuhkan keterlibatan produsen dan sektor usaha dalam membangun rantai pengelolaan sampah yang berkelanjutan. BWC menjalin kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor perhotelan, restoran, dan kafe untuk mendukung pengumpulan serta pengelolaan sampah kemasan plastik. Kemitraan dengan sektor industri dan pariwisata menjadi salah satu bentuk penerapan tanggung jawab bersama dalam menangani sampah pascakonsumsi, sejalan dengan prinsip Extended Producer Responsibility (EPR).

BWC juga turut terlibat dalam pengelolaan sampah berbagai kegiatan dan acara, termasuk melalui pemilahan sampah berdasarkan kategori organik, material daur ulang, dan residu seperti melalui Beach Clean Up. Diimbangi dengan edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai agenda.

BACA JUGA:  KLH: Produsen Wajib Bertanggung Jawab Atas Sampah Produk

“Bagi BWC, penguatan ekonomi sirkular membutuhkan sinergi antara kebijakan, tanggung jawab produsen, perilaku masyarakat, serta kapasitas pengelola sampah. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan hari ini, berdiskusi secara langsung, serta bertukar perspektif dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat kolaborasi dalam penanganan sampah plastik,” tutur Dayu Shannia.

Presiden United in Diversity (UID), Amb. Tantowi Yahya, dalam sambutannya menekankan bahwa persoalan sampah plastik di laut tidak dapat dilepaskan dari sistem pengelolaan sampah di daratan. Ia menyoroti fenomena sampah plastik yang terdampar di pantai Bali, terutama saat musim hujan, yang sebagian terbawa aliran sungai dari berbagai wilayah jauh dari pesisir.

Halaman 3 dari 5
Scroll to Top