Bali Waste Cycle Dukung Upaya Wujudkan Laut Lestari melalui Pengelolaan Sampah

Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Kolaborasi Penanganan Sampah dan Polusi Plastik untuk Mewujudkan Laut Lestari” di United in Diversity (UID) Campus, Kura Kura Bali. (Foto : BWC)

DENPASAR, MENITINI.COM– Bali Waste Cycle (BWC), sebagai salah satu pelaku pengelolaan sampah domestik yang berada dalam ekosistem Bhakti Rahayu Group, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Kolaborasi Penanganan Sampah dan Polusi Plastik untuk Mewujudkan Laut Lestari” di United in Diversity (UID) Campus, Kura Kura Bali, Jumat (16/10/2026). Forum ini menjadi ruang diskusi lintas sektor untuk memperkuat kebijakan pengelolaan sampah dan mendorong penanganan pencemaran plastik melalui pendekatan berbasis sains serta ekonomi sirkular.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan XXII Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (PIT ISOI XXII 2026), yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI), Indonesia National Plastic Action Partnership (NPAP), dan Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN-PSL).

BACA JUGA:  KLH: Produsen Wajib Bertanggung Jawab Atas Sampah Produk

FGD tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, sektor industri, pelaku pengelolaan sampah, serta mitra pembangunan internasional untuk membahas strategi penanganan sampah plastik, khususnya dalam mencegah kebocoran sampah dari daratan menuju sungai, pesisir, dan laut. Salah satu fokus pembahasan adalah Extended Producer Responsibility (EPR) atau tanggung jawab produsen yang diperluas sebagai instrumen strategis untuk mendorong ekonomi sirkular.

Kehadiran Bali Waste Cycle dalam forum ini merepresentasikan perspektif pelaku pengelolaan sampah yang berhadapan langsung dengan tantangan pengumpulan, pemilahan, dan pemanfaatan sampah di tingkat operasional. Keterlibatan aktor lapangan menjadi penting untuk memastikan bahwa kebijakan pengelolaan sampah dapat diterapkan secara efektif dan sesuai dengan kondisi di masyarakat.

Halaman 1 dari 5
Scroll to Top