logo-menitini

Badung Datangkan 10 Unit Incinerator, Uji Coba Dimulai Desember

mesin incenerator
mesin incenerator. (Foto: Istimewa)

BADUNG,MENITINI.COM-Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), sebanyak 10 unit incinerator didatangkan dan tengah dalam proses pemasangan di sejumlah Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R serta satu Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di wilayah Tuban dan Kuta.

Setiap unit incinerator yang dibanderol sekitar Rp4,8 miliar itu diklaim telah memenuhi standar yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung, AA Gede Agung Dalem, mengatakan proses instalasi seluruh unit sedang berlangsung dan ditargetkan selesai pada akhir tahun.

BACA JUGA:  Musim Angin Barat, 3.000 Ton Sampah Laut Serbu Pesisir Badung

“Yang dilarang itu incinerator yang tidak sesuai standar KLH. Kalau yang kita punya sudah memenuhi ketentuan dan siap digunakan,” ujar Agung Dalem di Badung.

Adapun sebaran penempatan incinerator tersebut yakni di TPS 3R Sarwa Melu Wangi Sedana Desa Cemagi, TPS 3R Desa Pererenan, TPS 3R Kelurahan Bualu, TPS 3R Catu Kwero Sedana Desa Pecatu masing-masing satu unit; TPS 3R Jagat Lestari Desa Munggu dua unit; serta TPST Tuban-Kuta empat unit.

Menurutnya, setiap incinerator memiliki kapasitas pembakaran sekitar 7 ton sampah per hari. DLHK menargetkan uji coba operasional dilakukan pada Desember 2025. “Semoga proses uji coba berjalan lancar, sehingga bisa segera dioperasikan penuh untuk mendukung kebersihan wilayah,” imbuhnya.

BACA JUGA:  TPA Terancam Penuh, Presiden Prabowo Dorong Percepatan Pengelolaan Sampah Nasional

Selain program incinerator, Pemkab Badung juga tengah menyiapkan proyek pengelolaan sampah menjadi energi listrik (Waste to Energy/WTE). Proyek ini melibatkan pemerintah pusat dan pihak swasta, serta direncanakan memanfaatkan lahan milik Pelindo.

Jika terwujud, fasilitas WTE tersebut diproyeksikan mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari untuk wilayah Denpasar dan Badung — dengan pasokan dari Denpasar sekitar 700 ton dan Badung 350 ton per hari. Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di kawasan metropolitan Bali Selatan.*

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>