Aneh! Tanpa Uji Lab DLHK Pastikan Bukan Limbah

Kadis LHK: Indikasinya Bisa dilihat, Walau dengan Mata Telanjang

Staf Dinas LHK Badung saat melakukan peninjauan ke lokasi
Staf Dinas LHK Badung saat melakukan peninjauan ke lokasi

BADUNG, MENITINI.COM –Kepala Dinas Lingkunga Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, I Wayan Puja mengaku telah turun kembali ke lokasi untuk melakukan penelusuran ke dalam gorong-gorong di Sungai Beririt, Peminge.  

Hasilnya, tidak ditemukan satu pun saluran pembuangan limbah yang mengarah ke sungai. Atas hal itu,  maka pihaknya tidak melakukan uji lab terhadap sampel air yang diambil.   

Ia menilai genangan air tersebut merupakan air laut yang terjebak cukup lama dan terkontaminasi sampah dan rumput laut sehingga menebar bau busuk. “Itu air laut, sudah kita pastikan. Kita sudah telusuri sampai ke dalam, tidak ada (saluran pembuangan limbah-red). Kalau ada, ya harus kita uji lab untuk memastikan limbah yang terbuang ke lingkungan masih dalam baku mutu atau tidak,”katanya, Selasa (26/7).

BACA JUGA:  DPR Minta KLHK Tindaklanjuti Aduan Masyarakat tentang Pengelolaan Limbah PT Biota Laut Ganggang

Namun anehnya, DLHK tidak menampik dalam penelusuran itu ditemukan saluran yang mengarah ke sungai. Namun itu merupakan saluran limpasan air hujan dan sudah dipastikan kondisinya bersih dari limbah. Jika saluran itu dipergunakan mengalirkan limbah, tentunya ditemukan adanya kerak dan juga lendir yang mengalir di sana.

Karena itulah Kadis LHK Badung ini menegaskan genangan air yang mendapatkan sorotan itu merupakan air laut yang terjebak dan terkontaminasi oleh rumput laut yang ikut terbawa dan kemudian membusuk. Hal itu kemudian sempat menyebabkan bau busuk dan berbuih juga. 

Ketika disinggung rencana pencocokan uji lab sampel air yang dilakukan tim DPRD Badung dengan DLHK, pihaknya mengaku kalau dari dimensi teknis DLHK, dan fakta di lapangan memandang hal itu tidak perlu dilakukan. Sebab pihaknya memastikan hal itu merupakan air laut, dan bukan limbah yang mengalir dari kegiatan bisnis yang ada di sekitar Sungai Beririt. “Dari dimensi kita,  kejadian ini memang cukup langka. Memang sampai saat ini kita belum menyiapkan dana untuk itu, tapi ke depan kita akan siapkan anggaran (uji laboratorium,red). Siapa tau nanti ada persoalan yang sama, kan bisa kita uji. Tapi itu harus kita buktikan dulu secara fisik, jangan buru-buru kita uji lab. Karena kan ada indikasi yang bisa kita kenali, walaupun dengan mata telanjang,” tandasnya. M-003

BACA JUGA:  KPK Periksa Sejumlah Saksi Terkait TPK Pembangunan Gerai Alfamidi di Ambon