DENPASAR,MENITINI.COM – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali menggelar aksi sosial penanaman mangrove di kawasan Arboretum Park, Tahura Ngurah Rai, Denpasar, Senin (9/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Aksi pelestarian lingkungan tersebut melibatkan puluhan wartawan, komunitas lingkungan Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS) Bali, serta Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Bali. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta yang turut langsung menanam mangrove bersama para peserta.
Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur Bali dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan, kegiatan penanaman mangrove ini lahir dari komunikasi antara SMSI Bali dengan pihak Tahura Ngurah Rai sebagai bagian dari rangkaian HPN 2026 sekaligus peringatan hari jadi SMSI Bali.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap lingkungan, sekaligus upaya bersama menjaga ekosistem pesisir Bali,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengatakan peran media sangat penting dalam memberikan informasi sekaligus edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran media siber mampu membantu meningkatkan kesadaran publik terhadap berbagai isu, termasuk pelestarian lingkungan.
“Media online memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat. Informasi yang disampaikan bisa menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat luas,” katanya.
Giri Prasta juga menegaskan bahwa penanaman mangrove memiliki manfaat besar bagi lingkungan. Menurutnya, satu pohon mangrove dapat membentuk ekosistem yang mendukung kehidupan berbagai biota.
Selain itu, mangrove juga memiliki nilai ekonomi karena dapat diolah menjadi berbagai produk makanan yang melibatkan pelaku UMKM. Di sisi lain, mangrove juga berfungsi menahan gelombang laut serta melindungi kawasan pesisir dari abrasi.
Ia mengapresiasi kegiatan yang digagas SMSI Bali karena dinilai sejalan dengan upaya pelestarian alam dalam konsep pembangunan Bali Era Baru.
“Kita harus bersama-sama menjaga mangrove dari semua lini demi kelestarian ke depan,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Bali, lanjut Giri Prasta, juga berkomitmen mendukung pengembangan kawasan mangrove di Tahura Ngurah Rai. Salah satunya melalui koordinasi dengan dinas teknis untuk membangun jembatan akses dan meningkatkan keamanan kawasan.
Ke depan, kawasan mangrove tersebut juga diharapkan dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi. Dengan demikian, kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pelindung lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kalau bisa dijadikan kawasan wisata mangrove, masyarakat sekitar juga bisa terlibat, misalnya melalui tiket masuk atau kegiatan wisata edukasi. Dengan begitu, alam tetap terjaga dan masyarakat juga mendapatkan manfaat,” kata Giri Prasta. (M-011)
- Editor: Daton









