Senin, 24 Juni, 2024
Ilustrasi gantung diri

Ilustrasi gantung diri. (Foto: Net)

Orang tua korban yang diketahui bernama Wa Niat, tak kuasa menahan kesedihannya, saat menemukan anaknya MJ berusia 22 tahun, sudah tak bernyawa dalam kondisi tergantung di kamar rumahnya.

AMBON,MENITINI.COM – Orang tua korban yang diketahui bernama Wa Niat, tak kuasa menahan kesedihannya, saat menemukan anaknya MJ berusia 22 tahun, sudah tak bernyawa dalam kondisi tergantung di kamar rumahnya. Dia memanggil adik korban, dan melepas ikatan pada leher MJ kakaknya.

Pemuda ini ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri. Peristiwa nahas ini terjadi pada, Minggu (29/1/2023) sekira pukul 17.00 WIT, di Dusun Keramat Atas, Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah.

Korban ditemukan di dalam kamar tidur miliknya. Kasi Humas Polresta Ambon Iptu Moyo Utomo, mengatakan, orang tua korban melaporkan kejadian yang menimpa anaknya kepada Polsek Salahutu, sekira pukul 16.30 WIT.

BACA JUGA:  Didakwa Telantarkan Anak, Pria ini Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Orang tua korban mengaku, ketika anaknya dipanggil untuk makan, namun tidak menjawab, bahkan sudah dicari di rumah-rumah tetangga namun tak ditemukan. Ketika saksi kembali kerumah, dan membuka pintu kamar depan milik korban, hanya saja pintu kamar tersebut dikunci dari dalam.

Orang tua korban berusaha membuka pintu dengan mendorong pintu tersebut. Saat pintu terbuka, dia melihat korban sudah dalam keadaan tergantung, dengan menggunakan sehelai kain pintu berwana putih.

Kain putih itu terikat pada palafon kamar, dan ujung satunya lagi mengikat leher korban. Korban tidak bergerak lagi. Saksi memanggil adik korban untuk membantu menurunkan MJ.

“Mereka kemudian membuka ikatan pada leher korban dan menurunkan korban. Akan tetapi nyawa korban tidak tertolong. Korban sudah meninggal dunia,” jelas Jubir Polresta Pulau Ambon, saat memberikan keterangannya.

BACA JUGA:  Diduga Korupsi Dana Desa, Mantan Raja Haya Jadi Tersangka dan Ditahan

Sekira Pukul 19.30 Wit piket SPKT Polsek Salahutu, kata Moyo, baru mendapat laporan dari masyarakat setempat lewat telepon terkait peristiwa tersebut. Personil piket langsung mendatangi TKP dan melakukan pengamanan TKP dan pulbaket.

“Orang tua korban tidak mau melakukan autopsi terhadap korban. Dan membuat surat pernyataan penolakan autopsi. Direncanakan Jenaza Korban Akan di kebumikan pada hari ini di Dusun Keramat atas Negeri Tulehu,” kata Moyo.

Dari keterangan orang tua, korban tidak memiliki riwayat penyakit apapun. Dan korban kesehariannya beraktifitas normal seperti biasa. Tapi korban masi sering memikirkan istri korban, yang lebih dulu dipanggil Tuhan. (M-009)