Kapolsek menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Tehoru untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.
“Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban, selain indikasi gantung diri,” sebutnya.
Berdasarkan keterangan sementara, korban diduga mengakhiri hidupnya karena mengalami depresi. Namun demikian, penyebab pasti masih dalam pendalaman pihak kepolisian.
“Saat ini kami masih melakukan langkah-langkah awal sesuai prosedur, termasuk pengumpulan keterangan saksi serta koordinasi dengan pihak keluarga,” ucapnya.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Negeri Haya. Aparat kepolisian bersama pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk saling peduli serta meningkatkan perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di lingkungan keluarga dan komunitas sekitar. (M-009).
- Editor: Daton









