Ia mendorong pemerintah daerah di Bali untuk menggerakkan siswa SD, SMP, dan SMA dalam kegiatan kerja bakti rutin, terutama membersihkan pantai dan lingkungan sekitar. Kegiatan tersebut dapat dilakukan secara singkat namun konsisten, dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemda, TNI-Polri, hingga BUMN.
Presiden menekankan penanganan sampah tidak boleh bersifat seremonial atau saling menyalahkan, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang berkelanjutan. Pemerintah pusat, kata dia, siap memimpin dan mendukung langkah-langkah konkret di daerah apabila diperlukan.
Selain aksi bersih-bersih, Prabowo juga menyampaikan rencana pembangunan 34 proyek pengolahan sampah menjadi energi di 34 kota yang ditargetkan mulai dibangun dalam waktu dekat dan beroperasi dalam sekitar dua tahun sebagai solusi jangka menengah.
Dalam kesempatan itu, Prabowo turut mengungkapkan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, dan indah) yang melibatkan seluruh instansi pemerintah untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, perang terhadap sampah harus menjadi gerakan nasional demi menjaga kesehatan masyarakat dan keberlanjutan pariwisata. Ia menegaskan masa depan Bali sebagai destinasi wisata dunia sangat bergantung pada keseriusan semua pihak dalam mengatasi persoalan sampah secara konsisten.*
- Editor: Daton









