Puan Maharani Sampaikan Duka atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, DPR Dorong Upaya Diplomasi Global

Ketua DPR RI, Puan Maharani, saat membacakan pidato dalam agenda Rapat Paripurna ke-15 Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Ketua DPR RI, Puan Maharani, saat membacakan pidato dalam agenda Rapat Paripurna ke-15 Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (Foto: Farhan/Karisma)

JAKARTA,MENITINI.COM – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan gugur dalam serangan militer yang melibatkan Israel dan United States terhadap wilayah Iran pada 28 Februari 2026.

Dalam pidatonya pada Rapat Paripurna ke-15 Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026), Puan menyatakan DPR RI turut menyampaikan simpati kepada rakyat Iran yang tengah menghadapi situasi sulit.

“Atas nama pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya yang mulia Ayatullah Ali Khamenei, pimpinan tertinggi Republik Islam Iran, yang gugur dalam serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran pada tanggal 28 Februari 2026,” ujar Puan, dikutip dari Parlementaria, Selasa (10/3/2026).

Puan menambahkan, Indonesia sebagai negara yang menjunjung prinsip kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial turut menyampaikan simpati mendalam kepada masyarakat Iran.

BACA JUGA:  Polemik Kepemilikan Persekabpas Tuai Sorotan, Ketua DPRD Berharap Segera Terselesaikan

Menurut Puan, DPR RI mendukung berbagai langkah diplomasi untuk mencegah konflik yang lebih luas di kawasan maupun di tingkat global.

“DPR RI mendukung setiap upaya dan inisiatif diplomasi, baik yang dilakukan secara bilateral, regional maupun multilateral, untuk mendorong seluruh pihak menahan diri dan menghindari eskalasi konflik yang lebih luas, mengedepankan penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta menyelesaikan sengketa secara damai,” katanya.

Selain itu, Puan menegaskan pentingnya peran lembaga internasional dalam menjaga stabilitas dunia. DPR RI, kata dia, juga mendesak United Nations (PBB) agar mengambil langkah konkret dalam menegakkan hukum internasional dan melindungi masyarakat sipil dari dampak konflik bersenjata.

“DPR RI mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil peran serta bertindak dalam menjaga penghormatan terhadap hukum internasional, perlindungan terhadap masyarakat sipil, serta komitmen bersama menjaga perdamaian dan stabilitas global,” ujarnya.

BACA JUGA:  Reses Ketua DPRD Samsul Hidayat Undang Konstituen Dari Berbagai Kalangan

Dalam kesempatan tersebut, Puan juga menekankan pentingnya Indonesia terus menjalankan politik luar negeri bebas aktif dalam merespons dinamika geopolitik global secara bijaksana dan konstruktif.

Ia menilai meningkatnya konflik geopolitik yang kini banyak diselesaikan melalui kekuatan militer menjadi peringatan bagi komunitas internasional untuk memperkuat hukum internasional dan mekanisme perdamaian dunia.

“Situasi ini menegaskan kembali pentingnya penguatan hukum internasional, peran lembaga internasional dalam menjaga perdamaian, keadilan, stabilitas dunia, serta hak negara dalam mempertahankan kedaulatannya,” pungkas Puan. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top