“Kegiatan ini luar biasa karena menjawab tantangan lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga. Sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan sumber daya. Sinergi yang dibangun dengan TPS3R Banjar Sawangan adalah model yang ideal untuk direplikasi di wilayah lain,” ujarnya.
Selain fokus pada sampah anorganik, Banjar Permata juga menunjukkan kemandirian dalam mengelola sampah organik. Sampah sisa rumah tangga diolah melalui sistem komposter yang ditempatkan di area Balai Banjar, menghasilkan pupuk organik yang kemudian dimanfaatkan kembali oleh warga untuk mendukung kegiatan penghijauan lingkungan.
Pada kesempatan yang sama, Rasniathi juga meninjau penataan telajakan atau taman depan rumah warga. Ia mendorong agar ruang-ruang kecil di lingkungan permukiman dimanfaatkan secara optimal untuk tanaman produktif maupun tanaman hias sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas lingkungan.
“Saya menghimbau agar setiap jengkal lahan dimanfaatkan untuk tanaman produktif maupun hias. Lingkungan yang hijau dan asri adalah cermin dari keberhasilan kita mengelola sampah dan mencintai alam,” tambahnya.









