Untuk mempercepat penanganan, Dinas LHK mengerahkan sekitar 800 personel kebersihan yang bekerja secara manual maupun menggunakan mesin. Selain itu, sedikitnya 60 unit truk disiagakan untuk mengangkut sampah dari pantai menuju tempat pengolahan.
Penanganan juga diperkuat dengan penggunaan alat berat. Sebanyak 11 unit loader dan sejumlah ekskavator dikerahkan di lokasi-lokasi dengan timbunan sampah tinggi. Dua unit crane turut digunakan untuk mengangkat sampah berukuran besar, seperti batang kayu, yang sulit ditangani dengan peralatan biasa.
Rai Warastuthi menambahkan, berdasarkan pola tahunan, musim sampah kiriman di pesisir Badung diperkirakan masih akan berlangsung hingga sasih kedasa atau sekitar Maret–April mendatang. Lama tidaknya periode tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca dan arah angin.
“Kami tetap siaga penuh selama musim ini berlangsung. Fokus kami bukan hanya membersihkan, tetapi juga meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan kenyamanan wisatawan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Badung memastikan upaya pembersihan akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga kawasan pantai tetap bersih, aman, dan layak sebagai destinasi unggulan pariwisata Bali.*
- Editor: Daton









