Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan sampah, khususnya di kawasan pesisir dan destinasi wisata.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi inisiatif Kementerian Lingkungan Hidup dalam menggelar aksi bersih pantai tersebut. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang peduli terhadap kebersihan lingkungan.
“Sebagian besar masyarakat Bali bergantung pada sektor pariwisata, mulai dari petani, nelayan, pelaku UMKM, pekerja hotel dan restoran, hingga seniman dan pemandu wisata. Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama dan harus menjadi kebiasaan sehari-hari,” katanya.
Widiyanti menegaskan, pariwisata yang berkualitas hanya dapat tumbuh di lingkungan yang bersih, sehat, dan terawat dengan baik.
Di kesempatan yang sama, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) secara rutin melaksanakan kegiatan bersih pantai setiap pagi dengan melibatkan TNI dan Polri.
Namun demikian, ia mengakui masih diperlukan evaluasi dalam pola penanganan sampah di kawasan pesisir. Salah satunya dengan menambah waktu pembersihan hingga sore hari agar tidak ada sampah yang tertinggal.
“Sesuai arahan Menteri, sampah spesifik akan dibawa ke TPA Suwung. Saya telah menginstruksikan DLHK Badung untuk menambah armada dan tenaga, serta memindahkan sampah dari pinggir pantai ke lokasi belakang untuk dipilah sebelum diangkut ke TPA Suwung,” jelasnya.









