AMBON, MENITINI.COM – Tujuh minggu berada di tengah denyut pelayanan kesehatan akhirnya berakhir. Para mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) resmi mengakhiri masa praktik mereka di Rumah Sakit Bhakti Rahayu (RSBR) Ambon, Rabu (23/9/2026).
Sejak 12 Agustus hingga 23 September 2026, mahasiswa tidak hanya berkutat dengan teori di ruang akademik.
Mereka mendapat kesempatan merasakan langsung bagaimana pelayanan kefarmasian berjalan di lingkungan rumah sakit, mulai dari pengelolaan obat hingga berhadapan dengan kebutuhan pasien.
Kegiatan tersebut didampingi apt. Milda Rianty Lakoan, M.Farm. selaku dosen pendamping lapangan.
Sementara itu, Ketua Jurusan Prof. Dr. Imanuel Berly Delvis Kapelle, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada manajemen RS Bhakti Rahayu Ambon yang telah membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan mendapatkan pengalaman langsung di dunia pelayanan kesehatan.
Ia berharap kerja sama antara institusi pendidikan dan RS Bhakti Rahayu Ambon dapat terus terjalin dan dikembangkan pada masa mendatang.
“Terima kasih kepada pihak manajemen RS Bhakti Rahayu Ambon yang telah memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar. Semoga kerja sama ini terus terbangun dengan baik,” ujar Prof. Imanuel.
Tak Sekadar Belajar di Balik Kelas
Direktur RS Bhakti Rahayu Ambon, dr. Shanty Tansit, mengatakan pengalaman PKL memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung penerapan ilmu kefarmasian dalam pelayanan kesehatan.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan kefarmasian dengan tetap berada di bawah pengawasan tenaga kefarmasian.
“Mereka juga belajar dari pengelolaan obat hingga pelayanan pasien,” kata dr. Shanty.
Selama menjalani PKL, mahasiswa membantu proses penerimaan dan pemeriksaan obat, penyimpanan dan pengelolaan stok, pencatatan obat masuk dan keluar, penyiapan obat berdasarkan resep, hingga peracikan obat sesuai prosedur dan arahan pembimbing.
Mahasiswa juga mendapatkan pengalaman dalam memberikan informasi obat kepada pasien, mengikuti kegiatan visite bersama apoteker, serta mempelajari pengelolaan obat khusus, termasuk narkotika, psikotropika, high alert, dan obat LASA (Look Alike Sound Alike).
Seluruh kegiatan tersebut kemudian didokumentasikan dalam laporan PKL sebagai bagian dari proses pembelajaran dan evaluasi.
“Selama menjalankan tugas, mahasiswa diwajibkan mematuhi SOP, etika profesi, keselamatan kerja, serta menjaga kerahasiaan data pasien,” tegasnya.
Dari Ruang Praktik Menuju Dunia Profesional
Berakhirnya masa PKL bukan sekadar seremoni perpisahan. Tujuh minggu di lingkungan rumah sakit menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara nyata bahwa pelayanan kefarmasian membutuhkan ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap prosedur.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja sekaligus memperkuat pemahaman bahwa setiap tahapan pelayanan obat memiliki konsekuensi terhadap keselamatan pasien.
Bagi mahasiswa, pengalaman di RS Bhakti Rahayu Ambon menjadi bagian dari perjalanan akademik yang membawa mereka lebih dekat dengan realitas dunia profesional.
Sebab, di balik selembar resep, satu kemasan obat, hingga obat yang diserahkan kepada pasien, terdapat tanggung jawab besar yang tidak boleh diabaikan.
PKL pun berakhir, tetapi pengalaman tujuh minggu di lingkungan RS Bhakti Rahayu Ambon diharapkan menjadi bekal yang terus dibawa mahasiswa saat melangkah memasuki dunia kefarmasian yang sesungguhnya. (M-009)
- Editor: Daton

