Dua Hari Misterius di Laut Tanimbar, Nelayan 41 Tahun Ditemukan Selamat di Perairan Selu

Tedesus ditemukan dalam keadaan selamat oleh nelayan setempat di sekitar Perairan Selu. (Korban memakai baju kaos Suiter lengan panjang).
Tedesus ditemukan dalam keadaan selamat oleh nelayan setempat di sekitar Perairan Selu. (Korban memakai baju kaos Suiter lengan panjang).
SAUMLAKI, MENITINI.COM– Dua hari tanpa kabar di tengah ganasnya lautan, nasib Tedesus Fatrua (41), nelayan asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, sempat diliputi kecemasan.
Berangkat menggunakan longboat, korban tak kunjung tiba di tempat tujuan hingga keluarga dan masyarakat setempat dibuat khawatir.
Namun, penantian penuh kecemasan itu akhirnya berakhir.
Tedesus ditemukan dalam keadaan selamat oleh nelayan setempat di sekitar Perairan Selu, Kamis (29/10/2026) dini hari, sekitar pukul 03.23 WIT.
Kabar penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian terhadap korban yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan laut.
Kepala Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, mengungkapkan bahwa setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menuju Desa Nurkat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Syukur, korban sudah ditemukan,” ungkap Arafah, Jumat (30/10/2026).
Berangkat Naik Longboat, Tak Kunjung Tiba.
Peristiwa ini bermula ketika Tedesus berangkat dari Desa Tutunametal menuju Desa Nurkat menggunakan longboat pada Senin (26/10/2026), sekitar pukul 16.35 WIT.
Namun, perjalanan yang seharusnya mengantarkannya ke tempat tujuan justru berujung ketidakpastian. Hingga waktu berlalu, korban tak kunjung tiba dan tidak diketahui keberadaannya.
Keluarga bersama masyarakat setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri namun upaya itu belum membuahkan hasil.
Karena upaya tersebut belum membuahkan hasil, pihak keluarga akhirnya meminta bantuan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Ambon.
Laporan kehilangan diterima Kansar Ambon dari Adolf Fatrua pada Rabu (28/10/2026), pukul 14.30 WIT.
Tim SAR Sisir Laut, Cuaca Jadi Tantangan
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian pada hari kedua, Kamis (29/10/2026).
Tim bergerak pada pukul 07.25 WIT menggunakan speedboat milik masyarakat Larat untuk menyisir sejumlah titik koordinat sesuai rencana operasi.
Pencarian berlangsung di tengah kondisi cuaca yang cukup menantang. Cuaca dilaporkan berawan tebal, disertai angin dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan mencapai 18 knot. Tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai 1,25 meter.
Operasi pencarian melibatkan personel Pos SAR Saumlaki, Ditpolairud Polda Maluku, Polairud Polres Kepulauan Tanimbar, serta masyarakat setempat.
Di tengah upaya pencarian tersebut, kabar bahwa korban telah ditemukan selamat menjadi titik akhir dari kecemasan keluarga dan masyarakat yang menantikan kepastian nasibnya.
Korban Ditemukan, Operasi SAR Ditutup
Setelah korban dipastikan ditemukan dan dievakuasi, operasi pencarian dan pertolongan resmi dinyatakan selesai.
Arafah menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut. Seluruh personel dan unsur SAR yang dikerahkan kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.
“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing,” tutupnya.
Penemuan Tedesus dalam keadaan selamat menjadi kabar melegakan bagi keluarga dan masyarakat Kepulauan Tanimbar setelah dua hari menanti kepastian di tengah ketidakpastian perjalanan laut. (M-009)
  • Editor: Daton
BACA JUGA:  Kabut Asap Karhutla Mengancam Ambon, Kasus ISPA Melonjak Tembus 800 
Scroll to Top