AMBON, MENITINI.COM – Suasana Desa Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, mendadak geger.
Seorang wanita berinisial IT tewas setelah diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan seorang oknum anggota TNI berinisial Sertu MT.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Senin (28/9/2026), sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 WIT dini hari.
Kapolsek Pulau Haruku Iptu Boby Y. Dethan membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Ia mengatakan, setelah menerima informasi kejadian, polisi bersama petugas Koramil langsung bergerak untuk mengamankan lokasi sekaligus memburu terduga pelaku.
“Betul kejadiannya itu tanggal 28 sekitar jam 1 lewat sampai jam 2 dini hari. Pelakunya MT, kalau korban IT,” kata Boby kepada wartawan, Rabu (30/9/2026).
Boby mengungkapkan, terduga pelaku kemudian berhasil diamankan dalam waktu relatif singkat setelah kejadian. Pengamanan dilakukan secara bersama-sama oleh aparat kepolisian dan personel Koramil setempat.
“Kita turun amankan TKP kemudian bersama-sama dengan pihak Koramil mencari pelaku. Setelah pelaku ditahan petugas Koramil, langsung dibawa ke Pomdam pagi harinya,” ujarnya.
Sertu MT diketahui merupakan anggota TNI yang bertugas di lingkungan Kodam XVI Hasanuddin, Sulawesi Selatan.
Diduga dalam Pengaruh Miras
Dugaan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia tersebut terjadi ketika pelaku disebut berada dalam kondisi dipengaruhi minuman keras.
Namun, polisi belum membeberkan secara rinci motif maupun rangkaian kejadian yang berujung pada meninggalnya korban.
“Pelaku ini dalam keadaan mabuk dan ada beberapa barang bukti yang ikut dibawa ke Pomdam. Kalau penyebab saya tidak tahu lebih jelasnya, langsung ke Pomdam saja,” kata Boby.
Usai diamankan, terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti diserahkan kepada Polisi Militer untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak TNI terkait kronologi lengkap, motif, maupun proses hukum terhadap Sertu MT.
Wartawan telah berupaya mengonfirmasi Kependam XV/Pattimura Letkol Inf Adi Swastika melalui sambungan telepon maupun pesan singkat. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada respons.
Kasus tersebut kini ditangani aparat terkait untuk mengungkap secara terang kronologi dan penyebab meninggalnya korban. (M-009)
- Editor: Daton

