Sekda Maluku Diduga Terlibat Dua Kasus Korupsi

Sekda Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU.

AMBON, MENITINI.COM– Dugaan dua kasus korupsi yang kini membawa nama  Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU antara lain, kasus reboisasi di Maluku Tengah, juga masalah pengelolaan dana covid-19 pada tahun 2020 dan 2021.

Kasus dana Reboisasi, Sadali Ie saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku. Terkait dana Covid-19, Sadli Ie sebagai Sekda Maluku, dan juga Kepala Dinas Kehutanan.

Sesuai jadwal, Sadali Ie diperiksa pekan ini, namun ia tidak hadir, karena ada tugas ke luar daerah. Kejaksaan Tinggi Maluku akan menjadwalkan pemanggilan ulang yang bersangkutan. 

“Berkaitan dengan bapak Sekda, ia sudah dipanggil. Namun tidak hadir dengan alasan yang bersangkutan sementara menjalankan tugas dinas sehingga tidak bisa hadir. Beliau juga sudah menyurati secara resmi ke Kejaksaan,” ungkap Kasi penkum dan Humas, Wahyudi Kareba kepada Wartawan di Ambon,  Rabu (11/10/2023).

BACA JUGA:  Kejati DK Jakarta Tahan Direktur Perusahaan Terkait Dugaan Korupsi Rp16 Miliar di Ditjen Cipta Karya Kementerian PU

Menurut Wahyudi, tim akan memanggil ulang Sadali Ie  untuk dimintai keterangan atas kasus yang dilaporan masyarakat itu.

Wahyudi, menyebutkan hingga saat ini sudah sekitar 30 orang saksi yang telah dimintai keterangannya. Diantaranya para Kepala Dinas dan Kepala Bagian (Kabag) di setiap OPD di lingkup Pemprov Maluku.

Diketahui, untuk membongkar kasus tersebut, tim Intelijen Kejaksaan tinggi Maluku telah melakukan klarifikasi terhadap sejumlah Kepala Dinas di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.

Diantara nama para saksi yang dipanggil dan dimintai keterangannya, diduga ada nama Kepala Dinas Infokom, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

BACA JUGA:  Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Pertambangan PT PMM, Diduga Ekspor Ilegal Logam Tanah Jarang

Ketiganya sudah dimintai klarfikasi terkait dana Covid-19 itu sejak pekan kemarin. Di tahun 2020 anggaran covid Pemprov Maluku sekitar Rp.100 miliar. Sedangkan untuk tahun 2021 diduga berkisar Rp. 70 miliar. Ratusan miliar dana Covid untuk dua tahun ini diduga disalah gunakan dan raib entah kemana. 

Anggaran itu diperoleh dari refocusing anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah(OPD) eselon II lingkup Pemprov Maluku Anggaran masing-masing OPD yang berjumlah 38 OPD dipangkas 10 persen dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Hanya Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan yang anggarannya tidak dipotong.

Refocusing itu terjadi lantaran Pemprov Maluku tidak mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat. Anggaran yang dihimpun dari puluhan OPD dialihkan untuk penanganan corona di Maluku. (M-009)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

Nelayan Klungkung Terima Bantuan Freezer

KLUNGKUNG,MENITINI.COM – Nelayan di Kabupaten Klungkung kini memiliki solusi untuk menjaga kualitas hasil tangkapan ketika belum seluruhnya terserap pasar. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya

Spanyol Juara Piala Dunia 2026

DENPASAR, Timnas Spanyol resmi dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang berlangsung dramatis di Stadion

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, meninjau SMA Negeri 1 Gresik guna mendorong pembentukan generasi muda peduli kelestarian bumi sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

SMAN 1 Gresik Jadi Percontohan Sekolah Peduli Lingkungan

GRESIK,MENITINI.COM – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mendorong perluasan Program Adiwiyata sebagai upaya membentuk generasi muda yang peduli lingkungan

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top