DENPASAR, MENITINI.COM – Lima film pendek yang mengangkat isu lingkungan dan kehidupan masyarakat Bali ditayangkan perdana melalui program Lensa Iklim Bali dalam Festival Rakyat Pekan Iklim Bali 2026 di Flow Workspace, Kawasan Rendah Emisi Sanur, Sabtu (17/10/2026).
Kelima film tersebut berjudul Memanen Matahari, Viewfinder, Satu Pemberhentian Lagi, Dapur Laut, dan Berlayar. Masing-masing menghadirkan perspektif berbeda dalam mengangkat persoalan lingkungan melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Lensa Iklim Bali merupakan program fellowship film pendek yang mempertemukan sineas dengan isu lingkungan serta pengalaman masyarakat di berbagai wilayah Bali. Program ini mendorong para pembuat film menerjemahkan persoalan lingkungan menjadi cerita yang lebih dekat dan mudah dipahami penonton.
Direktur Program Minikino, Fransiska Prihadi, mengatakan film dapat menjadi medium untuk memahami persoalan lingkungan tanpa harus selalu memulai dari data atau penjelasan yang kompleks.
“Film bisa menjadi cara untuk mendekati isu lingkungan tanpa harus selalu memulainya dari data atau penjelasan yang kompleks. Melalui karakter, tempat, dan cerita, penonton bisa menemukan hubungan yang lebih personal dengan persoalan yang diangkat,” ujarnya.
Bagi Koalisi Bali Emisi Nol Bersih, Lensa Iklim Bali menjadi salah satu upaya memperluas percakapan mengenai aksi iklim melalui pendekatan budaya dan kreativitas.
Communications Specialist Koalisi Bali Emisi Nol Bersih, Aisyah Madeleine, menegaskan bahwa persoalan iklim tidak terpisah dari keputusan dan perubahan yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
