Koster Takut dengan Vaksin Selain Sinovac, Ini Alasannya

Gubernur Bali Wayan Koster saat meninjau vaksin Boster di Bali, Rabu (12/1/2022). Foto: M-006

DENPASAR, MENITINI-Pernyataan lugas disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan sambutan pada acara pembukaan vaksin perdana Booster bagi masyarakat umum di Bali di Gedung DPRD Bali, Rabu (12/1/2022).

Saat memberikan sambutan, Koster tanpa malu mengakui jika dirinya takut dengan vaksin selain Sinovac. “Saya takut kalau vaksin Moderna. Dampaknya mengerikan. Saya pakai Sinovac saja,” ujarnya.

Ungkapan gubernur  ini membuat ngakak sejumlah pejabat yang hadir, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Bali, Ketut Suarjaya. Koster mengatakan, semua vaksin itu aman, namun dirinya hanya bisa menggunakan Sinovac saja. Sebab vaksin jenis lain memiliki efek KIPI yang mengerikan seperti panas tinggi atau demam, badan lemas dan sebagainya.

BACA JUGA:  Kendaraan Taktis Kawal Vaksin Tahap II
Pada kesempatan tersebut, Koster meminta kepada seluruh warga Bali, baik yang ber-KTP Bali maupun tidak ber-KTP Bali agar segera proaktif mengikuti Boster. Ia meminta agar seluruh rumah sakit, Puskesmas, dan posko vaksin lainnya untuk menerima vaksin Booster.
Masyarakat Bali diminta proaktif karena Bali tidak bisa berjalan mundur lagi. Saat ini Bali menjadi provinsi terbaik nomor dua dalam pencapaian vaksin. Terbaik pertama diraih oleh Provinsi DKI. Sementara vaksin usia anak, Bali menjadi terbaik nomor satu di Indonesia dimana pencapaian vaksin terbanyak. Sementara provinsi lainnya baru sampai 60% kebawah. Vaksin pertama usia anak di Bali sudah di atas 100%. Setelah itu akan disambung dengan vaksin kedua.

Vaksinasi di Bali harus lebih digencarkan karena Bali akan menjadi tuan rumah sejumlah pertemuan berskala dunia, terutama event internasional KTT G-20. Selain itu, ketaatan masyarakat Bali dalam Prokes sangat diapresiasi oleh pemerintah pusat. Sehingga stok vaksin di Bali terus ditambah. M-006

BACA JUGA:  Polisi Bekuk Pelaku Pencurian di Rumah Warga Mangga Dua

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*