Terkait arahan Presiden agar siswa SD hingga SMA dilibatkan dalam kerja bakti membersihkan pantai secara rutin, Koster menilai kesiapan sarana pendukung juga harus diperhatikan, terutama armada pengangkut sampah.
Menurutnya, pemerintah daerah sebenarnya sudah memiliki alat berat yang cukup, namun penggunaannya tidak bisa difokuskan hanya di satu lokasi. Oleh karena itu, Pemprov Bali bersama Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung berencana menyiagakan armada pengangkut khusus di kawasan pantai.
“Dengan arahan Bapak Presiden, kami akan segera mengumpulkan Kadis Lingkungan Hidup, BPBD, Kadis Pendidikan, TNI dan Polri. Begitu pulang, satgas akan langsung dibentuk,” kata Koster.
Koster juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas perhatian terhadap persoalan sampah di Bali. Ia menilai Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antarpenyelenggara pemerintahan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengungkapkan informasi mengenai kondisi Bali yang kotor dan penuh sampah ia peroleh dari sejumlah tokoh, menteri, hingga jenderal saat kunjungan ke Korea Selatan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menurunkan minat wisatawan dan berdampak langsung pada sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian Bali.
Selain mendorong keterlibatan pelajar dalam kegiatan kebersihan lingkungan, pemerintah pusat juga menyatakan siap mendukung penanganan sampah di daerah. Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo turut menyampaikan rencana pembangunan 34 proyek pengolahan sampah menjadi energi di 34 kota, termasuk di Bali, yang ditargetkan mulai dibangun dalam waktu dekat dan beroperasi sekitar dua tahun ke depan.*
- Editor: Daton









