Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia

Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia. (Foto: Iranian Army office)

JAKARTA, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengonfirmasi bahwa kapal selam militer AS menenggelamkan sebuah kapal perang Iran di Samudera Hindia. Serangan tersebut terjadi saat kapal Iran berada di perairan internasional.

Dalam konferensi pers terkait operasi militer terhadap Iran pada Rabu, Hegseth menyatakan bahwa kapal perang Iran tersebut diserang pada malam sebelumnya.

“Kemarin di Samudera Hindia, kapal selam Amerika Serikat menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional,” ujar Hegseth.

Ia juga menambahkan bahwa militer AS menargetkan kapal perang yang disebut sebagai salah satu aset penting milik Iran.

“Faktanya, tadi malam kami juga menembak kapal mereka yang paling berharga, yaitu kapal perang Soleimani,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah Sri Lanka mengonfirmasi telah melakukan operasi penyelamatan terhadap awak kapal Iran yang tenggelam tersebut. Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath mengatakan angkatan laut dan angkatan udara negaranya dikerahkan untuk membantu evakuasi korban di Samudera Hindia.

Menurut Herath, sinyal darurat diterima oleh otoritas Sri Lanka pada pukul 05.08 waktu setempat yang mengindikasikan kapal perang Iran bernama IRIS Dena mengalami kecelakaan di luar batas perairan Sri Lanka.

BACA JUGA:  Senat AS Tolak Pembatasan Kewenangan Militer, Dukungan untuk Donald Trump Menguat

“Kami meluncurkan bantuan pukul 06.00 dengan mengirim kapal angkatan laut pertama, dan pukul 07.00 kapal kedua juga diberangkatkan,” ujarnya.

Dalam operasi tersebut, sekitar 30 awak kapal berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit di Sri Lanka untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, laporan Reuters yang mengutip sumber di Kementerian Pertahanan Sri Lanka menyebutkan sedikitnya 78 orang mengalami luka-luka dan 101 lainnya masih dinyatakan hilang setelah kapal tempur Iran itu diserang kapal selam di lepas pantai Sri Lanka.

Herath menjelaskan bahwa saat insiden terjadi terdapat sekitar 180 kru di atas kapal IRIS Dena. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 orang dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Ia menegaskan bahwa Sri Lanka berkewajiban memberikan bantuan berdasarkan Konvensi Internasional Pencarian dan Penyelamatan Maritim (SAR) 1979 yang telah diratifikasi negara tersebut.

BACA JUGA:  GCC Pertimbangkan Respons atas Serangan Rudal dan Drone Iran ke Negara Teluk

Menurutnya, negara yang menerima sinyal darurat wajib merespons insiden maritim tanpa memandang asal kebangsaan kapal, penyebab kejadian, maupun lokasi kejadian meskipun berada di luar wilayah perairan teritorial.

Sementara itu, juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka Buddhika Sampath menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung.

“Kami menemukan para korban mengapung di laut dan langsung menyelamatkan mereka. Setelah berbicara dengan para korban, kami mengetahui mereka berasal dari kapal Iran,” kata Sampath.

Ia menambahkan para korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Pendidikan Karapitiya untuk mendapatkan penanganan medis.

Saat tim penyelamat Sri Lanka tiba di lokasi setelah menerima sinyal darurat, kapal perang Iran tersebut sudah tidak terlihat. Petugas hanya menemukan sisa tumpahan minyak di permukaan laut. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top