Jurnalisme Harus Berbagi Ruang dengan Kehadiran Platform Digital, Begini Penjelasan Para Jurnalis

Digitalisasi Media
Para jurnalis Indonesia jadi narasumber dalam bedah buku Digitalisasi Media yang ditulis Agus Sudibyo anggota Dewan Pers

Don mengatakan, buku ini mendeskripsikan platform digital itu seperti sebuah lubang hitam yang menghisap semua yang konten, data dan iklan. “Jadi deskripsi tentang digital platform ini seperti lubang hitam yang menghisap semua konten, menghisap semua data dan menghisap semua iklan. Lalu kemudian belakangan kita mengeluh kita dapat apa? Iklannya susah, viewershipnya berkurang, readership-nya berkurang, sementara biaya bahkan lebih mahal,” bebernya.

BACA JUGA:  Prabowo: Ekonomi Pancasila Harus Hadir untuk Kesejahteraan Rakyat

Hal inilah, lanjut Don, yang membuat kita berpikir duduk bersama bicara advantage dari kehadiran platform digital global ini. “Platform digital ini akan menjadi mega supermarket yang kemudian barang kita itu ada di pojok-pojok itu ditaruh. Nah, prinsip digital ini mengatakan you taro di situ, you bayar. Tapi saya bilang enggak, saya kan publisher, saya yang
memproduksi,”tandas Don M-003

BACA JUGA:  Pemerintah Matangkan Implementasi DHE dan Tata Kelola Ekspor SDA Lewat Danantara
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top