Jurnalisme Harus Berbagi Ruang dengan Kehadiran Platform Digital, Begini Penjelasan Para Jurnalis

Dalam Diskusi Bedah Buku Dialektika Digital

Digitalisasi Media
Para jurnalis Indonesia jadi narasumber dalam bedah buku Digitalisasi Media yang ditulis Agus Sudibyo anggota Dewan Pers

DENPASAR, MENITINI.COM-Hal ini diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wens Manggut dalam diskusi bedah buku  yang diikuti  kurang lebih 100 wartawan  secara daring  dengan tema “Dialektika Digital: Kolaborasi dan Kompetisi Media Massa Vs Digital Platfom,” karya Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo yang digelar FMB9, Selasa (5/4). “Pada prakteknya, rumusan jurnalisme yang 5W 1H itu harus berbagi ruang dengan rumusan yang dibawa oleh platform digital dalam sebuah artikel,” kata Wens.

Rumusan yang dibawa platform digital itu, jelas Wens, seperti penulisan yang harus mengikuti Seach Engine Optimization (SEO) standar minimal link bite, jumlah artikel dan lain-lain. “Rumusannya apa: ada SEO di situ, ada standar minimal link bait untuk menekan news read, standar SEO di depan dan di belakang, dan lain sebagainya,” bebernya.

BACA JUGA:  70 Tahun Hubungan Indonesia-Jerman, Momentum Perkuat Kemitraan

Hari-hari ini, Wens menambahkan, produksi artikel yang diproduksi di news room, merupakan hasil dialetika rumusan yang dibawa platform digital dengan rumusan jurnalisme. “Kita sering sekali melihat dalam satu tulisan banyak sekali dijejar oleh link bait yang kalo di-bold itu warna biru, warna hitam dan lain-lain, itu tadi untuk menekan bounce rate itu,” jelas Wens.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*