Jelang Penutupan TPA Suwung, Denpasar Akui Belum Mampu Tangani Timbunan Sampah

Ilustrasi sampah
Ilustrasi sampah. (Foto: M-011)

DENPASAR,MENITINI.COM – Menjelang rencana penutupan total Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung oleh Pemerintah Provinsi Bali pada 23 Desember mendatang, Pemerintah Kota Denpasar mengakui masih menghadapi persoalan serius dalam pengelolaan sampah. Kapasitas pengolahan sampah kota saat ini dinilai belum mampu mengejar jumlah timbulan sampah harian yang semakin meningkat.

Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan bahwa kemampuan pengolahan sampah Kota Denpasar baru mencapai 500 ton per hari, sementara produksi sampah harian mencapai 1.050 ton. Kondisi itu membuat Denpasar berada dalam situasi krisis apabila kebijakan penutupan TPA Suwung benar-benar diberlakukan.

BACA JUGA:  Ribuan warga bersihkan Danau Batur, upaya menjaga sumber air Bali dari ancaman sampah

“Kami maksimal baru mampu menangani 500 ton per hari. Sementara timbulan sampah mencapai 1.050 ton. Ini yang harus segera kami pikirkan,” tegasnya usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kota Denpasar, Selasa (9/12/2025). Pernyataan ini sekaligus merespons instruksi Gubernur Bali yang melarang Denpasar dan Badung membuang sampah ke TPA Suwung mulai 23 Desember.

Iklan

BERITA TERKINI

Walikota Ambon, Drs. Bodewin M Wattimena, M.Si.

17 Program Prioritas Pemerintah Kota Ambon

AMBON, MENITINI – Pemerintah Kota Ambon menetapkan 17 program prioritas pembangunan sebagai fokus utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Program ini dijalankan sebagai bagian dari arah

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top