Gadis SMA Itu Tak Hanya Patah Tulang, Juga Cacat Seumur Hidup

Korban bersama ayah dan ibu memberi keterangan kepada wartawan.

Frits Atabuy menjelaskan, cucunya dipastikan cacat seumur hidup karena menurut penjelasan dokter, saraf yang melekat pada tulang juga ikut putus. Sementara beberapa saraf lainnya tidak putus tetapi tidak berfungsi. Akibatnya, pergelangan tangan korban kini terasa mati dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Sementara tulang lengan korban yang patah, menurut penjelasan dokter, masih bisa diselamatkan karena usianya masih mudah dan bisa utuh kembali. “Sayangnya tidak ada itikad baik sama sekali. Bahkan mereka tidak mengakui adanya kekerasan. Untung penyidik buka rekaman CCTV,” ujarnya.

BACA JUGA:  Vonis Korupsi Tata Kelola Minyak Pertamina: 9 Terdakwa Divonis 9–15 Tahun Penjara, Kerry Riza Wajib Bayar Uang Pengganti Rp2,9 Triliun

Setelah mengecek CCTV ternyata terdapat aksi kekerasan, hingga sang anak (korban) alami cacat fisik. Bukannya mengaku, panitia dan Satgas Hikmast Bali justru mengeluarkan isu bahwa RVRN datang ke TKP dalam kondisi mabuk yang akhirnya ia kerasukan. Padahal pengakuan korban, justeru para Satgas itu tercium bau alkohol saat bertugas. M-006/M-007

BACA JUGA:  Kejaksaan Tetapkan 10 Tersangka Korupsi Tata Kelola Timah Bangka Selatan, Kerugian Negara Rp4,1 Triliun
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top