logo-menitini

Fraksi Golkar DPRD Ingatkan Risiko di Balik Rencana Penambahan Modal BPD Bali

Agung Bagus Tri Candra Arka menyerahkan draft PU Fraksi Partai Golkar
Anggota Fraksi Golkar Agung Bagus Tri Candra Arka menyerahkan draft PU Fraksi kepada pimpinan DPRD Bali. (Foto: Istimewa)

DENPASAR,MENITINI.COM – Rencana Pemerintah Provinsi Bali untuk menambah penyertaan modal pada PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali mendapat sorotan dari DPRD Bali. Dalam Rapat Paripurna DPRD Bali yang digelar Senin (19/1) di Gedung Wiswa Sabha, seluruh fraksi menyampaikan pandangan umum, termasuk Fraksi Partai Golkar yang menekankan pentingnya kehati-hatian dalam kebijakan tersebut.

Pandangan Fraksi Golkar dibacakan oleh Agung Bagus Tri Candra Arka. Ia menyatakan, secara prinsip Fraksi Golkar menyetujui langkah Pemprov Bali menambah modal di BPD Bali. Menurutnya, BPD Bali selama ini terbukti menjadi salah satu aset strategis daerah yang berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi, penguatan sektor produktif, serta peningkatan pendapatan asli daerah.

BACA JUGA:  Pilkada lewat DPRD Bukan Jawaban, Negara Jangan Cuci Tangan Soal Biaya Politik

Namun demikian, Fraksi Golkar menilai penambahan penyertaan modal tidak boleh dilakukan secara seremonial atau semata-mata untuk menjaga porsi kepemilikan saham pemerintah daerah. DPRD mengingatkan adanya sejumlah risiko yang harus diantisipasi sejak awal, terutama jika penambahan modal tidak diikuti dengan lonjakan kinerja yang nyata.

Risiko lain yang disoroti adalah aspek tata kelola. Fraksi Golkar menegaskan bahwa BPD Bali harus terus bertransformasi menjadi bank yang profesional, efisien, dan mampu bersaing di tengah industri perbankan yang semakin kompetitif. Selain itu, keamanan aset daerah juga menjadi perhatian, khususnya jika penyertaan modal bersumber dari pemindahtanganan aset strategis yang bersifat permanen.

Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>