Ponda Wirawan menjelaskan, fenomena sampah di pesisir selatan Bali merupakan kejadian tahunan yang erat kaitannya dengan faktor alam. Arus laut saat musim angin barat membawa berbagai jenis sampah, mulai dari plastik hingga kayu berukuran besar, yang terdampar di wilayah Badung. Ia juga menegaskan, sampah tersebut tidak seluruhnya berasal dari wilayah Bali, melainkan banyak yang merupakan kiriman dari luar daerah.
Ke depan, DPRD Badung berharap penanganan sampah pantai dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan terintegrasi. Tidak hanya melibatkan pemerintah kabupaten dan provinsi, tetapi juga membutuhkan peran nyata dari pemerintah pusat. “Pariwisata bukan hanya milik Bali atau Badung, tetapi wajah Indonesia secara keseluruhan,” pungkasnya.*
- Editor: Daton









