Dilantik Langsung Presiden Prabowo, Lulusan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII Ungkap Perjuangan hingga Dukungan Orang Tua

Pelantikan Pamong Praja Muda (PPM) Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026 di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu, 29 Juli 2026.
Pelantikan Pamong Praja Muda (PPM) Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026 di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu, 29 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

JATINANGOR,MENITINI.COMPelantikan Pamong Praja Muda (PPM) Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026 menjadi momen yang tak terlupakan bagi 1.204 purna praja. Selain menandai berakhirnya masa pendidikan selama empat tahun, prosesi yang digelar di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026), terasa istimewa karena dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Bagi para lulusan, pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan awal perjalanan mengabdi kepada masyarakat sekaligus penghargaan atas perjuangan panjang yang dilalui selama menempuh pendidikan di IPDN.

Lulusan terbaik pertama Angkatan XXXIII, Aji Bayu Ramadhan asal Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengaku bangga dan bersyukur dapat dilantik langsung oleh Presiden.

“Ini menjadi momen yang sangat kami tunggu selama empat tahun. Dilantik langsung oleh Bapak Presiden merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Aji.

Aji mengatakan keberhasilannya menjadi lulusan terbaik diraih melalui konsistensi dalam menjalani tiga aspek pendidikan di IPDN, yakni pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan. Menurutnya, kunci keberhasilan bukan sekadar bekerja keras dalam waktu singkat, tetapi menjaga disiplin dan kebiasaan baik setiap hari.

Konsistensi lebih tinggi daripada intensitas. Fokus pada tujuan dan lakukan secara rutin hingga menjadi karakter,” katanya.

BACA JUGA:  Kemnaker Modernisasi Pelatihan Pejabat Fungsional untuk Perkuat Layanan Ketenagakerjaan

Ia juga menegaskan bahwa doa dan dukungan kedua orang tua menjadi sumber semangat terbesar selama menjalani pendidikan. Ketika menghadapi kelelahan maupun kehilangan motivasi, keluarganya selalu hadir memberikan dorongan agar tetap berjuang.

Hal senada disampaikan salah satu lulusan terbaik asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Mohamad Toriq Anwar. Ia mengaku sejak awal memasuki IPDN telah bercita-cita menjadi lulusan terbaik.

Menurut Toriq, pelantikan oleh Presiden menjadi kebanggaan sekaligus awal pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Saya sangat bangga dan bersyukur. Setelah empat tahun menjalani proses pendidikan yang panjang, akhirnya tiba saatnya kami mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya yang selalu memberikan dukungan, menjadi tempat berbagi cerita, serta terus memotivasi dirinya menghadapi berbagai dinamika selama menempuh pendidikan di IPDN.

Sementara itu, kisah inspiratif datang dari Charina Anggie Simbolon, lulusan terbaik asal Kota Batam, Kepulauan Riau. Anggie mengungkapkan dirinya sempat gagal saat pertama kali mengikuti seleksi masuk IPDN.

Namun kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Ia kembali mempersiapkan diri hingga akhirnya berhasil lolos pada kesempatan berikutnya dan kini berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik Angkatan XXXIII.

BACA JUGA:  PT Bhaksena Gandeng Honda Rajawali Motor, Service On Site Disambut Antusias Peserta BRMC

“Perasaan saya sangat bahagia dan penuh syukur. Dilantik langsung oleh Bapak Presiden merupakan kehormatan yang sudah lama kami impikan,” kata Anggie.

Putri seorang prajurit TNI Angkatan Darat berpangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu) itu mengatakan dukungan kedua orang tuanya menjadi motivasi terbesar selama menjalani pendidikan. Impian sang ayah agar anak-anaknya kelak menjadi pemimpin turut menguatkan tekadnya untuk terus berprestasi.

Para Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang hadir dan melantik mereka secara langsung. Kehadiran kepala negara dinilai menjadi kehormatan sekaligus suntikan semangat bagi para lulusan untuk memulai pengabdian sebagai aparatur pemerintahan yang siap melayani masyarakat. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top