Selain jajaran pengurus inti, DPW Dewi Pertiwi Jawa Timur juga diperkuat oleh 15 ketua biro yang membidangi berbagai sektor, yakni:
- Biro Pendidikan: Jennifer.
Biro Kesehatan dan Olahraga: Rts Devi Anggraini. - Biro UMKM, Koperasi dan Ekonomi Kreatif: Ervin Setiawati.
- Biro Sosial dan Tanggap Bencana: Jenny Karyawati.
- Biro Budaya dan Pariwisata: Aldilah.
- Biro Hubungan Luar Negeri: Ida Mustika Dewi.
- Biro Perlindungan Perempuan, Anak, dan Kelompok Rentan: Veronika Yuniar Meliana.
- Biro Hubungan Antar Lembaga: Selly Dwi Yudha Pratiwi.
- Biro Politik dan Kaderisasi: Piga Intan.
- Biro Media dan Digital (Publikasi): Elfi Sukesi.
- Biro Keagamaan: Sri Rahayu.
- Biro Kesejahteraan dan Konservasi Satwa: Elisabet Florida Malo.
- Biro Lingkungan Hidup dan Ketahanan Pangan: Annisya Rosya Akbar.
- Biro Hukum: Fang Ling.
- Biro Dewi Esther: Kezia Grace Hareva.
Lebih lanjut, dalam pidatonya, Ketua Umum Dewi Pertiwi, Fenty Noverita, menegaskan bahwa Dewi Pertiwi merupakan organisasi yang dibangun oleh seluruh anggotanya. Ia mengajak para pengurus untuk menjadikan organisasi ini sebagai wadah bagi perempuan untuk saling mendukung dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Fenty juga memperkenalkan tiga prinsip utama Dewi Pertiwi, yaitu bergerak, berdaya, dan berdampak. Menurutnya, ketiga prinsip tersebut harus menjadi landasan setiap kegiatan dan program organisasi.
“Bergerak, artinya kita ada dimana perempuan membutuhkan, bukan di mana kamera berada. Berdaya, artinya kita tidak mengasihani perempuan. Kita membuka jalan, lalu berjalan di sampingnya,” ujar Fenty.

