TABANAN,MENITINI.COM – Semangat nasionalisme mewarnai pembukaan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tabanan. Ribuan warga memadati Taman Perjuangan Singasana, Selasa (4/8), untuk menyaksikan Parade Singasana Merah Putih yang ditandai dengan pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 100 meter.
Parade dibuka langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Sebelum acara dimulai, Sanjaya bersama jajaran Forkopimda melakukan penancapan Bendera Merah Putih sebagai simbol dimulainya rangkaian peringatan kemerdekaan. Pembukaan kemudian ditandai dengan pelepasan balon yang mengiringi dimulainya parade.
Suasana semakin semarak ketika 70 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) memasuki arena parade, disusul penampilan Drumband Politeknik Transportasi Darat (Poltrada). Puncak acara berlangsung saat Bendera Merah Putih sepanjang 100 meter dibentangkan di sepanjang kawasan Taman Perjuangan Singasana.
Bupati Sanjaya mengatakan, pembentangan bendera raksasa tersebut bukan sekadar atraksi seremonial, melainkan simbol penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Pembentangan bendera 100 meter menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati saat ini diraih melalui perjuangan dan pengorbanan para pejuang bangsa,” ujar Sanjaya.
Ia menegaskan, semangat kemerdekaan di Tabanan diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat sekaligus menampilkan kekayaan budaya Nusantara.
“Bukan hanya pembentangan bendera, tetapi semua budaya kita tampilkan sebagai wujud kebersamaan dan rasa syukur,” katanya.
Parade juga menghadirkan beragam atraksi budaya dan seni. Mulai dari parade busana Nusantara yang diiringi Baleganjur SMP Negeri 1 Tabanan, parade pakaian profesi oleh TK Bhayangkari Tabanan, hingga penampilan drumband dari sejumlah sekolah.
Kemeriahan semakin terasa melalui Parade Harmoni Nusantara Jayaning Singasana yang menampilkan berbagai ikon budaya seperti naga, barongsai, barong bangkung, Tari Woleka, Tari Gandrung, hingga komunitas sepeda ontel.
Menurut Sanjaya, keberagaman budaya yang ditampilkan dalam parade menjadi pesan penting tentang kuatnya persatuan bangsa di tengah perbedaan suku, budaya, dan tradisi.
“Indonesia adalah negara besar yang dibangun dari keberagaman. Karena itu kita harus saling menghormati budaya, suku, dan menjaga persatuan,” tegasnya.
Bupati juga mengapresiasi panitia dan seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Tabanan. Ia menilai tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kuatnya semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Tabanan.
Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap momentum peringatan kemerdekaan dapat memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkokoh kedaulatan bangsa, serta mendukung terwujudnya visi pembangunan Tabanan menuju daerah yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM). (M-011)
- Editor: Daton











