Belum Berkencan Sudah Digrebek, Polisi Amankan Sembilan Pelaku Terlibat Prostitusi Online

ILUSTRASI Esek esek online lewat aplikasi

BANDUNG, MENITINI.COM Bisnis prostitusi online makin marak di tengah Pandemi Covid-19. Praktek bisnis lendir ini menggunakan berbagai jenis aplikasi dari ponsel.

Di Bandung, polisi membongkar praktik prostitusi online di sebuah apartemen di Bandung. Dua orang mucikari ditangkap.

Kasus itu terbongkar usai personel Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung mendapat laporan ada praktik esek-esek di dua tower berbeda apartemen tersebut. Kasus itu terungkap pada Sabtu (12/12) lalu.

“Kemudian didapatkan di sebuah apartemen salah satu tower, ditemukan orang yang sedang berbincang-bincang pada saat itu akan melakukan persetubuhan,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya di Mapolrestabes Bandung, Kota Bandung,  Kamis (17/12/2020).

BACA JUGA:  Mantan Bupati Tabanan Dua Periode Ditahan KPK

Ulung mengatakan polisi lantas mengamankan dua orang pelaku bernama M Taufik Ismail (21) dan Deri Indriana (25). Menurut Ulung, saat kedua pelaku ditangkap, ‘anak buah’ keduanya belum melakukan perbuatan esek-esek tersebut.

“Pada saat pelaku diamankan di masing-masing tempat, korban (anak buah pelaku) belum sempat melayani tamunya untuk bersetubuh. Namun masing-masing tamu sudah memberikan uang jasa pelayanan BO (booking order),” tuturnya.

Selain mengamankan 2 mucikari, polisi juga mengamankan sejumlah wanita anak buah kedua muncikari itu. Ada sembilan perempuan yang turut dibawa polisi.

“Baik muncikarinya maupun wanita yang ada di situ. Jadi jumlah yang kita tangkap, muncikari ada dua orang, untuk wanitanya sembilan orang dan saat ini kita proses,” katanya.

BACA JUGA:  Jayamahe Gugat Agung Automall di PN Denpasar, Kuasa Hukum Ajukan Sita Tanah dan Bangunan

Ulung menuturkan dalam aksinya, pelaku menawarkan jasa BO terhadap konsumen melalui online. “Pelaku menawarkan korban dan menyediakan tempat untuk open BO melalui media sosial ‘MiChat’,” katanya.

Atas perbuatannya, kedua mucikari dijerat Pasal 296 Jo Pasal 506 KUHP dengan ancaman pidana penjara satu hingga empat tahun penjara M-72/mat/ton

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*