logo-menitini

Banyumas Jadi Contoh Nasional Pengelolaan Sampah Berbasis Hulu

pengelolaan sampah di banyumas
Proses pengelolaan sampah di Banyumas. (Foto: Dok. Humas Pemkab Banyumas)

Selain aspek pengolahan, Diaz juga menekankan pentingnya kepastian pasar dalam pengembangan RDF. Menurutnya, keberadaan pihak pembeli (off-taker) menjadi kunci agar pengolahan sampah tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru, seperti penumpukan dan bau tidak sedap.

Dalam kesempatan itu, Banyumas juga mendapat apresiasi atas keberhasilannya memperoleh dana hibah sebesar 150.000 dolar Amerika Serikat dari United Nations Capital Development Fund (UNCDF) untuk mendukung pengelolaan lingkungan. Banyumas menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang menerima hibah tersebut.

Meski alokasi anggaran lingkungan hidup dalam APBD Banyumas masih di bawah 3 persen, capaian tersebut dinilai menunjukkan pentingnya inovasi serta kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, swasta, komunitas, hingga investor.

BACA JUGA:  Indonesia - Inggris Perkuat Kerja Sama Iklim, Dorong Aksi Nyata Pascahasil COP30

Diaz berharap keberhasilan Banyumas dapat direplikasi daerah lain, dengan catatan pengelolaan dilakukan secara disiplin dan sesuai standar lingkungan. Ia juga mengingatkan sejumlah kegagalan pengelolaan RDF di daerah lain yang menimbulkan pencemaran akibat lemahnya sistem pengangkutan dan pengelolaan.

“Masalah sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi menyangkut kesehatan dan keberlanjutan hidup manusia. Karena itu, pengelolaan yang tepat dan konsisten sangat menentukan masa depan lingkungan,” katanya.

BACA JUGA:  GOW dan WHDI Badung Tanam 100 Pohon di Taman Beji Paluh, Dorong Pelestarian Lingkungan Desa Wisata

Dengan capaian tersebut, Banyumas diyakini berpeluang kembali meraih penghargaan Adipura sekaligus menjadi percontohan pengelolaan sampah berkelanjutan di Indonesia.*

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>