Senin, 24 Juni, 2024

DENPASAR,MENITINI.COM-Informasi soal kecurangan petugas yang ada di SPBU Jl. Pulau Komodo Denpasar tersebar luas di berbagai platform media sosial di Bali. Informasi ini awal mula di-posting oleh seseorang bernama Mas Bay di akun Facebook Grup bernama ‘infokost Denpasar bali’. Diduga kuat, Mas Bay ini sangat paham media sosial dan juga bekerja sebagai driver online. Sebab dalam postingannya, selain mengeluhkan kecurangan juga dilengkapi dengan informasi yang sangat detail dan map alamat SPBU tersebut. Selain narasi, pemilik akun juga posting gambar lengkap saat mengisi BBM dan foto foto petugas walau masih diblur.

Berikut ini narasi lengkapnya.  “Hanya sekedar himbauan agar kita lebih teliti lagi beli bensin di spbu tersebut, karna saya kasihan melihat sudah banyak korban apalagi ojol yang pendapatannya tergantung dari bensin, modus oknum petugas spbu memotong takaran bensin di SPBU jl.pulau komodo dibelakang rs sanglah

Screenshot point-point kecurangan

Cara modus biasanya ada dua karyawan yang jaga dan targetnya customer yg isi bensin diatas 30rban

1. Memotong takaran besin tidak sesuai dengan yg customer beli contoh beli 30rb dimonitor 25rb

BACA JUGA:  Ketua SMSI Bali: Pers harus Jadi Pembersih Informasi Hoaks

2. Mengalihkan customer agar tidak melihat monitor dengan cara mengembalikan uang kembalian

Saya tidak memfitnah sudah saya buktikan 3x beli bensin 40rb takaran tidak sesuai saya mulai curiga

(Keadaan saya tidak melihat monitor saat isi)

Kedua kalinya beli bensin 30rb sengaja saya tidak langsung lihat monitor saya lihat nya ketika sudah mau selesai dan ternyata benar dimonitor hanya di isi 25rb saya tegur karyawannya alasannya mensinnya eror suka macet.

Ketiga kalinya saya benar benar ingin memastikan kecurangan karyawan spbu tersebut ternyata benar terulang kembali kalo alasan mensin eror suka macet terus masa tidak melapor keatasan untuk di servis mesinnya? Tolonglah jgn merugikan orang lain apalagi driver ojol yang pendapatannya pengaruh dari bensin.

Jika tidak percaya buktikan sendiri jika ada dua petugas yang jaga lihat monitor nya setelah mau selesai!! 

Area Manager Comunications Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi saat dikonfirmasi Jumat (17/5/2024) mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih kepada masyarakat yang telah berkeluh kesah melalui Medsos. Namun ia meminta dengan sangat agar masyarakat bila menemukan hal-hal yang di luar kewajaran atau berpotensi kecurangan hendaknya langsung menghubungi call center Pertamina nomor 135.

BACA JUGA:  Ketua SMSI Bali: Pers harus Jadi Pembersih Informasi Hoaks

“Ini adalah bagian dari pengawasan Pertamina. Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap hal ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ketika ada laporan masuk, maka petuga akan memeriksa rekaman kamera CCTV di lokasi dimana SPBU itu berada. Sebab seluruh SPBU di wilayah Jatimbalinus sudah terpasang kamera CCTV. Dalam CCTV itu akan terpantau secara detail siapa petugasnya, hari apa, jam berapa dan seterusnya. “Bila terbukti ada kecurangan dan meresahkan masyarakat maka akan ada sanksi yang jelas dari Pertamina baik terhadap SPBU maupun petugas di hari yang bersangkutan,” ujarnya. M-007

  • Editor: Daton