logo-menitini

Vaksin Kanker Serviks: Menjelang Gratis, Apa Saja yang Perlu Kita Ketahui?

kanker serviks

Apakah vaksin menjadi syarat untuk sekolah?

Vaksin HPV kemudian hari akan dicanangkan sebagai salah satu vaksin wajib rutin. Tenang saja, tentunya dengan peresmian status ini tentu dibarengi dengan manfaat ekonomi dan sosial yaitu gratis. Melalui vaksin gratis harapannya cakupan vaksin lebih besar dan manfaat proteksi juga maksimal.

Berbagai negara sudah menerapkan hal ini, namun Indonesia masih menggodok rencana ini. Karena kembali lagi, kebijakan ini berdasar keputusan pemerintah negara dan kementrian kesehatan setempat.

Sudah vaksin masih perlu Pap Smear?

Ya. Vaksin HPV bukan menggantikan peranan Pap Smear. Skrining rutin untuk kanker serviks melalui Pap Smear sebaiknya sejak pada usia 21 tahun dan tetap menjadi bagian penting dari perawatan kesehatan preventif. Apalagi jika sudah aktif secara seksual.

BACA JUGA:  Deteksi Dini Katarak Jadi Kunci Cegah Kebutaan, Warga Desa Lebih Jalani Pemeriksaan Mata Gratis

Langkah jika Anda tidak termasuk dalam kelompok akseptor

Pahami jika virus ini menyebar melalui kontak seksual oral, vagina, dan anal. Untuk melindungi diri Anda dari HPV, gunakan kondom setiap kali berhubungan seks. Selain itu, jangan merokok. Merokok meningkatkan risiko kanker serviks.

BACA JUGA:  Antisipasi Super Flu Masuk Bali, Bandara Ngurah Rai Pasang Thermo Scanner

Untuk mendeteksi kanker serviks pada tahap paling awal, temui dokter Anda untuk Pap Smear rutin mulai usia 21. Jika memiliki riwayat genetik dengan kanker, diskusikan dengan dokter Anda untuk pemeriksaan marker kanker. Jangan lupa selalu waspada dan segera hubungi tenaga medis jika ada pendarahan vagina setelah berhubungan seks, antara periode menstruasi atau setelah menopause, nyeri panggul, atau nyeri tajam dan intens pada vagina saat berhubungan. (M-010)

Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>