LUMAJANG,MENITINI.COM – Aktivitas banjir lahar hujan di Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat berlangsung hampir empat jam akibat hujan deras yang mengguyur kawasan gunung tersebut, Kamis (26/2/2026) dini hari.
Dilansir Kantor Berita Antara, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengatakan dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tercatat satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 17 mm dan durasi mencapai 13.304 detik atau sekitar 3 jam 42 menit.
“Selain itu, juga terekam 17 kali gempa letusan dengan amplitudo 11 hingga 22 mm dan durasi 65 sampai 104 detik,” kata Sigit.
Tak hanya gempa letusan, aktivitas kegempaan lain juga terdeteksi, yakni tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 2–3 mm berdurasi 33–40 detik, serta satu kali gempa embusan dengan amplitudo 6 mm selama 51 detik.
Secara visual, kondisi puncak gunung tertutup kabut tebal sehingga asap kawah tidak teramati. Cuaca dilaporkan mendung hingga hujan dengan arah angin bervariasi ke utara dan timur laut.
Status Masih Siaga, Warga Dilarang Dekat Kawah
Saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat.
Warga dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak mendekati area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.

